Rahasia Awet Muda Selebriti Terbongkar! Terapi Cahaya Merah Ini Disebut Bisa Hapus Kerutan Tanpa Operasi

11 Mei 2026 13:25
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Seorang wanita sedang menjalani perawatan wajah menggunakan masker LED red light therapy yang memancarkan cahaya merah untuk peremajaan kulit.

Sahabat.com - Terapi cahaya merah atau red light therapy kini menjadi salah satu tren perawatan kulit dan rambut yang semakin populer di dunia kecantikan modern. Banyak figur publik seperti Kate Hudson hingga Victoria Beckham terlihat menggunakan masker LED bercahaya merah untuk perawatan wajah mereka, yang membuat metode ini semakin viral di media sosial sebagai rahasia kulit awet muda.

Menurut Jodi LoGerfo, perawat praktik lanjut dari Orentreich Medical Group di New York, red light therapy menggunakan perangkat LED dengan panjang gelombang tertentu yang bekerja pada tingkat sel kulit. “Terapi ini diduga memengaruhi mitokondria sel sehingga memberi energi lebih pada sel untuk memperbaiki dan meregenerasi kulit,” ujarnya. Hal ini membuat kulit dapat memperbaiki diri, meningkatkan produksi sel baru, dan membantu proses peremajaan.

Dokter spesialis bedah plastik Anthony Youn menyebutkan bahwa terapi ini dapat membantu meningkatkan elastin dan kolagen sehingga kulit tampak lebih halus, kencang, dan kerutan berkurang. Selain itu, dokter kulit Diane Madfes menambahkan bahwa terapi ini juga berpotensi mengurangi peradangan, membantu jerawat, hingga mempercepat pudar bekas jerawat dan hiperpigmentasi.

Meski terdengar menjanjikan, para ahli menegaskan bahwa hasilnya tidak instan. “Perubahan yang terlihat biasanya ringan dan membutuhkan konsistensi tinggi,” jelas LoGerfo. Bahkan, efektivitasnya masih terus diteliti karena belum banyak studi berskala besar yang memastikan hasil jangka panjangnya.

Dari sisi keamanan, terapi ini umumnya dianggap aman jika digunakan dengan benar, terutama dengan pelindung mata. Namun, dokter Neil Paulvin mengingatkan bahwa orang dengan kondisi tertentu seperti epilepsi atau gangguan mata sebaiknya menghindarinya karena paparan cahaya dapat memicu efek samping seperti pusing atau kejang.

Kini red light therapy juga tersedia dalam bentuk alat rumahan seperti masker LED dan perangkat genggam, meski kekuatannya lebih rendah dibanding perawatan klinik. Biasanya digunakan beberapa kali dalam seminggu untuk hasil optimal, namun tetap harus mengikuti petunjuk penggunaan agar aman dan efektif.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment