Sahabat.com - Kamu pasti tahu kalau glioblastoma adalah salah satu jenis kanker otak paling mematikan dan sulit diobati.
Tapi, kabar terbaru dari tim ilmuwan di Weill Cornell Medicine membawa secercah harapan baru yang bikin penasaran banget.
Mereka menemukan bahwa masalahnya bukan cuma soal mutasi genetik. Ternyata, cara DNA melipat di dalam inti sel juga punya peran besar dalam “menghidupkan” sel kanker ini.
Biasanya, kalau DNA dibentangkan lurus, panjangnya bisa sampai enam kaki—bayangin aja, harus muat di ruang sekecil inti sel yang lebih kecil dari butiran pasir.
Nah, DNA itu harus melipat dan membentuk semacam “hub” 3D—tempat berbagai bagian DNA yang tadinya jauh jadi saling berdekatan dan bisa berkomunikasi.
Di tubuh orang sehat, hub ini bantu jalankan fungsi tubuh seperti perkembangan janin. Tapi, yang bikin ngeri, di sel glioblastoma, hub ini malah jadi markas kumpulnya gen-gen pemicu kanker.
Dr. Effie Apostolou, salah satu peneliti utama, bilang, “Glioblastoma itu sangat agresif dan belum ada obatnya yang benar-benar manjur. Kita tahu gen-gen mutasinya, tapi belum tahu cara mematikannya. Lewat pendekatan ini, kami mungkin bisa temukan pusat kendali yang bisa kita serang.”
Tim peneliti ini lalu pakai alat pengedit gen CRISPR buat 'mematikan' hub di sel glioblastoma hasil sampel pasien. Hasilnya mengejutkan—aktivitas gen-gen pemicu kanker jadi melemah, dan sel-sel kanker kehilangan kemampuannya buat membentuk struktur mirip tumor. Kata Dr. Apostolou, “Kami berhasil mengubah program kanker pada sel glioblastoma. Mereka kehilangan kemampuan untuk tumbuh seperti tumor.”
Yang lebih mengejutkan lagi, fenomena hub DNA 3D ini nggak cuma terjadi di glioblastoma. Mereka menemukan pola yang sama di 16 jenis kanker lain, termasuk kanker paru, kulit, rahim, dan prostat. Dr. Howard Fine yang juga memimpin studi ini bilang, “Hub 3D ini nggak selalu karena mutasi. Banyak yang terbentuk karena perubahan epigenetik, alias cara gen dikendalikan tanpa mengubah kode DNA-nya.”
Dengan kata lain, kalau selama ini fokus terapi kanker hanya mengejar mutasi, kini para ilmuwan mulai melihat pentingnya ‘arsitektur’ DNA di dalam sel.
“Kalau kita bisa ganggu hub-hub ini secara aman, mungkin kita bisa memperlambat atau bahkan menghentikan pertumbuhan tumor,” tambah Dr. Fine.
Wah, kalau benar bisa diterapkan di manusia, temuan ini bisa jadi game changer dalam dunia pengobatan kanker, ya, sahabat!
Meskipun ini masih tahap awal dan dilakukan di laboratorium, langkah ini membuka pintu baru buat terapi kanker masa depan—nggak cuma mengandalkan obat-obatan molekuler, tapi juga menyerang ‘titik kumpul rahasia’ di dalam DNA.
Yuk, kita doakan supaya penelitian ini terus berkembang dan segera bisa digunakan secara luas untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa!
0 Komentar
Bella Hadid Ngaku Merasa ‘Tak Berharga’ Saat Tolak Semua Pekerjaan Demi Lawan Lyme Disease
Masih Perkasa di Atas 50? Rahasia Kehidupan Intim Pria Tetap Bergairah
Telat Haid di Usia 40-an? Jangan Panik! Ini Cara Bedakan Gejala Menopause dan Hamil
Sayuran Aneh Ini Ternyata Rahasia Sehat Usus, Kaya Prebiotik dan Bikin Kenyang Lebih Lama!
Tekanan Darah Tinggi Bisa Turun Alami, Ini Daftar Makanan Sehari-hari yang Direkomendasikan Ahli
Minum Vitamin Ini Disebut Bisa Bikin Umur Lebih Panjang, Benarkah?
Leave a comment