Rahasia Panjang Umur Usai Kanker, Kebiasaan Sehat Ini Terbukti Ampuh

05 Januari 2026 11:49
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi pria dan wanita lanjut usia menjalani gaya hidup aktif dan sehat, menggambarkan kebiasaan sederhana yang mendukung umur panjang setelah kanker.

Sahabat.com - Kemajuan dunia medis membuat semakin banyak orang berhasil melewati masa pengobatan kanker dan melanjutkan hidup dengan kualitas yang lebih baik. Namun, perjalanan tidak berhenti setelah dinyatakan sembuh. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa gaya hidup memegang peran besar dalam menentukan panjang umur penyintas kanker, terutama kebiasaan yang mendukung kesehatan jantung.

Riset yang dipublikasikan dalam European Heart Journal menemukan bahwa penyintas kanker yang menerapkan pola hidup sehat jantung memiliki risiko kematian lebih rendah hingga 38 persen. Kebiasaan ini tidak hanya menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, tetapi juga berkaitan dengan penurunan angka kematian akibat kanker. Temuan ini memperkuat anggapan bahwa apa yang baik untuk jantung, juga berdampak positif bagi kelangsungan hidup setelah kanker.

Penelitian yang dilakukan di Italia ini menyoroti tujuh kebiasaan utama, mulai dari rutin beraktivitas fisik, mengonsumsi makanan seimbang seperti pola makan Mediterania, tidak merokok, menjaga berat badan ideal, hingga mengontrol tekanan darah, kolesterol, dan gula darah. Penyintas kanker yang konsisten menjalani kebiasaan tersebut terbukti memiliki harapan hidup lebih panjang dibanding mereka yang mengabaikannya.

Dokter jantung spesialis kardio-onkologi, Christopher Berg, menyebut hasil ini sangat masuk akal. “Orang dengan kebiasaan hidup lebih sehat cenderung hidup lebih lama, baik mereka penyintas kanker maupun bukan. Temuan ini memberi harapan bahwa manfaat gaya hidup sehat berlaku untuk semua,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa kebiasaan sehat dapat menurunkan peradangan dan memperbaiki fungsi metabolik tubuh.

Peneliti utama studi ini, Marialaura Bonaccio, menjelaskan bahwa kanker dan penyakit jantung memiliki banyak faktor risiko yang sama, seperti obesitas, kurang aktivitas fisik, pola makan buruk, dan kebiasaan merokok. “Perilaku sehat membantu menekan proses biologis berbahaya seperti peradangan kronis dan stres oksidatif, sehingga mendukung umur panjang,” jelasnya.

Bonaccio menegaskan bahwa kunci utama bukan hanya satu kebiasaan, melainkan kombinasi gaya hidup sehat secara keseluruhan. Hal ini diamini Berg yang mengatakan bahwa mengabaikan satu aspek kesehatan bisa merusak upaya di aspek lain. Meski begitu, jika harus memilih satu kebiasaan paling penting, Berg menilai aktivitas fisik sebagai prioritas. “Olahraga adalah obat. Manfaatnya bagi jantung, otot, kesehatan mental, dan kualitas hidup tidak bisa diremehkan,” tutupnya.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment