Sahabat.com - Pernah merasa tubuh tetap lelah meski sudah tidur cukup semalaman? Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, bisa jadi penyebabnya bukan sekadar aktivitas padat atau kurang istirahat. Dalam dunia kesehatan, kelelahan berbeda dengan rasa mengantuk biasa. Fatigue atau kelelahan kronis adalah kondisi kurang energi yang menetap, memengaruhi fokus, suasana hati, hingga kemampuan menjalani aktivitas harian.
Menurut penulis kesehatan Lauren Panoff, kelelahan sering kali menjadi sinyal awal adanya gangguan dalam tubuh. “Fatigue bukan hanya soal kurang tidur, tapi bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang mendasar dan perlu dicari penyebabnya,” ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa banyak orang mengabaikan rasa lelah berkepanjangan, padahal kondisi ini menyumbang hingga 20 persen kunjungan ke layanan kesehatan primer.
Ada berbagai faktor yang bisa membuat seseorang selalu merasa lelah. Mulai dari anemia yang membuat suplai oksigen ke tubuh berkurang, gangguan tiroid yang mengacaukan metabolisme, hingga kekurangan vitamin seperti B12, D, dan zat besi. Selain itu, infeksi kronis, peradangan dalam tubuh, gangguan hormon, masalah gula darah, hingga fungsi hati dan ginjal yang tidak optimal juga kerap menjadi penyebab tersembunyi.
Gaya hidup pun berperan besar. Gangguan tidur seperti insomnia atau sleep apnea bisa membuat kualitas tidur menurun meski durasinya cukup. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan pemulihan maksimal dan energi terasa terkuras sepanjang hari. Dalam beberapa kasus, kelelahan juga berkaitan dengan penyakit kronis tertentu yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
Kabar baiknya, penyebab kelelahan bisa dilacak melalui pemeriksaan darah. Tes sederhana dapat membantu dokter melihat kondisi sel darah, hormon tiroid, kadar vitamin, zat besi, gula darah, hingga fungsi organ vital. Hasil pemeriksaan ini menjadi dasar untuk menentukan langkah perawatan atau perubahan gaya hidup yang tepat.
Lauren Panoff menekankan pentingnya tidak menormalisasi rasa lelah yang berkepanjangan. “Jika kelelahan tidak membaik meski sudah beristirahat dan mengubah pola hidup, sebaiknya segera konsultasi agar penyebabnya jelas,” ujarnya. Dengan mengenali sinyal tubuh sejak dini, energi dan kualitas hidup bisa kembali optimal.
0 Komentar
Leave a comment