Sahabat.com - Bagi banyak orang, grapefruit identik dengan gaya hidup sehat. Rasanya segar, kaya vitamin C, dan sering menjadi menu sarapan atau campuran minuman favorit. Namun di balik manfaatnya, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa grapefruit bisa menjadi masalah serius bagi mereka yang sedang mengonsumsi obat resep, bahkan beberapa obat bebas.
Menurut para farmasis dan dokter, grapefruit mengandung senyawa bernama furanokumarin yang dapat menghambat kerja enzim penting di saluran pencernaan, yaitu CYP3A4. Enzim ini bertugas memecah banyak jenis obat sebelum masuk ke aliran darah. “Saat Anda mengonsumsi grapefruit, seolah-olah penjaga gerbang dimatikan, sehingga lebih banyak obat masuk ke tubuh daripada yang seharusnya,” ujar Jobby John, PharmD, pendiri Nimbus Healthcare.
Dampaknya bisa berbeda-beda tergantung jenis obat. Dalam beberapa kasus, kadar obat di dalam darah bisa meningkat drastis dan memicu efek samping serius. Sarah E. Wheeler, PharmD, dosen dan farmasis dari VCU School of Pharmacy, menjelaskan bahwa pada obat penurun kolesterol jenis statin, interaksi ini dapat menyebabkan nyeri otot, kerusakan otot, hingga gangguan ginjal. Sementara pada obat tekanan darah, efeknya bisa membuat tekanan darah turun terlalu rendah.
Tidak hanya itu, grapefruit juga bisa membuat sebagian obat justru bekerja kurang efektif. Sarah Oreck, MD, seorang psikiater bersertifikat, mengatakan bahwa grapefruit dapat menghambat transporter obat di usus. “Artinya, ada obat yang justru lebih sedikit terserap ke tubuh sehingga manfaatnya berkurang,” jelasnya.
Lebih dari 85 jenis obat diketahui dapat berinteraksi dengan grapefruit, termasuk obat kolesterol, obat tekanan darah, obat kecemasan, obat disfungsi ereksi, obat penekan sistem imun, hingga beberapa antihistamin. Yang mengejutkan, interaksi ini bisa terjadi hanya dalam waktu 30 menit setelah mengonsumsi grapefruit dan efeknya dapat bertahan hingga tiga hari, bahkan dari satu buah atau segelas kecil jus grapefruit.
Para ahli menegaskan bahwa bagi orang yang mengonsumsi obat yang sensitif terhadap grapefruit, pilihan paling aman adalah menghindarinya sama sekali. Beberapa buah sitrus lain seperti jeruk Seville, pomelo, dan lime juga berpotensi menimbulkan efek serupa.
“Jumlah obat yang terserap bisa sangat berbeda pada setiap orang, bahkan bisa sampai delapan kali lipat,” kata Adam Gardner, PharmD. Karena itu, jangan menganggap aman hanya karena orang lain tidak mengalami efek samping. Jika ragu, selalu konsultasikan dengan dokter atau apoteker agar gaya hidup sehat tidak berubah menjadi risiko tersembunyi.
0 Komentar
Bella Hadid Ngaku Merasa ‘Tak Berharga’ Saat Tolak Semua Pekerjaan Demi Lawan Lyme Disease
Masih Perkasa di Atas 50? Rahasia Kehidupan Intim Pria Tetap Bergairah
Telat Haid di Usia 40-an? Jangan Panik! Ini Cara Bedakan Gejala Menopause dan Hamil
Sayuran Aneh Ini Ternyata Rahasia Sehat Usus, Kaya Prebiotik dan Bikin Kenyang Lebih Lama!
Tekanan Darah Tinggi Bisa Turun Alami, Ini Daftar Makanan Sehari-hari yang Direkomendasikan Ahli
Minum Vitamin Ini Disebut Bisa Bikin Umur Lebih Panjang, Benarkah?
Leave a comment