Sering Pegal dan Kaku Seiring Usia? Ini Rahasia Latihan Mobilitas agar Tubuh Tetap Lincah

08 Januari 2026 17:27
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Terapis fisik memperagakan gerakan mobilitas untuk menjaga kekuatan dan kelenturan tubuh.

Sahabat.com - Semakin bertambah usia, banyak orang mulai akrab dengan suara keluhan kecil saat bangun tidur, masuk mobil, atau sekadar membungkuk mengambil barang. Padahal, tubuh yang terasa kaku dan pegal bukan hal yang harus diterima begitu saja. Para ahli menyebut latihan mobilitas sebagai kunci penting agar tubuh tetap aktif, kuat, dan nyaman digunakan hingga usia lanjut.

Dokter bedah olahraga dari Massachusetts General Hospital dan Harvard Medical School, Dr. Miho Tanaka, mengatakan mobilitas kini semakin diakui sebagai bagian penting dari kesehatan menyeluruh. “Ini bukan hanya soal penampilan atau kebugaran saat ini. Mobilitas yang baik berhubungan dengan penurunan risiko penyakit jangka panjang seperti penyakit jantung, kanker, demensia, hingga depresi,” ujarnya. Menurutnya, siapa pun yang ingin tetap aktif di usia tua perlu secara sadar menjaga mobilitas sejak sekarang.

Mobilitas sering disalahartikan sebagai fleksibilitas. Terapis fisik sekaligus instruktur pilates, Jessica Valant, menjelaskan fleksibilitas hanya tentang seberapa jauh otot bisa meregang, sementara mobilitas melibatkan kekuatan otot yang bekerja bersama sendi, ligamen, tendon, dan cairan sendi. “Motion is lotion, istilah yang sering kami gunakan. Gerak adalah pelumas alami bagi tubuh,” kata Valant. Tanpa mobilitas yang baik, aktivitas sederhana seperti meraih barang di lemari atas, mengikat tali sepatu, atau menggendong cucu bisa terasa berat.

Tanda awal tubuh membutuhkan latihan mobilitas biasanya muncul sejak usia 30-an. Nyeri sendi tanpa aktivitas berat, punggung pegal setelah duduk lama, atau lutut terasa sakit setelah seharian berdiri bisa menjadi sinyal. Dr. Tanaka juga mengingatkan rasa nyeri dan bengkak berkepanjangan setelah olahraga yang jarang dilakukan menandakan tubuh kurang siap secara mobilitas.

Kabar baiknya, latihan mobilitas tidak harus dilakukan di gym. Dokter ortopedi dari Duke University School of Medicine, Dr. Corey Simon, menyarankan gerakan sederhana berbasis berat badan di rumah, seperti bangun dari kursi tanpa bantuan tangan, berdiri dengan satu kaki, atau melakukan push-up ke dinding. “Anda tidak perlu menunggu sakit untuk mulai bergerak,” katanya.

Bagi yang jarang bergerak, berjalan kaki setiap hari sudah menjadi langkah awal terbaik. Menambahkan 10 menit latihan mobilitas ke rutinitas olahraga juga dinilai cukup efektif. Hasilnya memang tidak instan, tetapi dengan konsistensi selama beberapa minggu, tubuh akan terasa lebih ringan, stabil, dan siap menjalani aktivitas harian tanpa rasa takut pegal berlebihan.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment