Sahabat.com - Produksi asam lambung yang berlebihan bisa dipicu oleh infeksi atau gangguan kesehatan tertentu. Penanganannya bergantung pada penyebab utama, bisa melalui pengobatan medis atau perubahan gaya hidup dan pola makan.
Secara alami, lambung berfungsi mencerna makanan dengan bantuan cairan asam yang diproduksinya. Proses ini dikontrol oleh hormon dan sistem saraf. Namun, ada kalanya tubuh memproduksi asam lambung dalam jumlah berlebih, sehingga menimbulkan berbagai keluhan.
Apa saja pemicu naiknya asam lambung?
Beberapa kondisi medis dapat memicu produksi asam lambung meningkat, terutama ketika tubuh memproduksi hormon gastrin secara berlebihan. Gastrin adalah hormon yang merangsang lambung untuk menghasilkan asam.
Berikut beberapa penyebab umum:
Sindrom Zollinger-Ellison: Kondisi langka di mana terbentuk tumor (gastrinoma) di pankreas atau usus halus yang menyebabkan kadar gastrin meningkat drastis.
Infeksi Helicobacter pylori: Bakteri ini bisa menginfeksi lambung dan menyebabkan luka (tukak), sering kali disertai peningkatan produksi asam.
Penyumbatan saluran keluar lambung: Ketika jalur antara lambung dan usus halus tersumbat, lambung bisa memproduksi asam berlebih.
Gagal ginjal kronis: Pada kasus tertentu, gagal ginjal dapat memicu kadar gastrin meningkat dan berdampak pada produksi asam lambung.
Kondisi idiopatik: Terkadang penyebab pasti tidak dapat ditemukan dan disebut sebagai kondisi tanpa penyebab yang jelas.
Gejala umum kelebihan asam lambung:
Perut terasa tidak nyaman, terutama saat kosong
Mual atau muntah
Kembung
Sensasi panas di dada (heartburn)
Diare
Penurunan nafsu makan
Turun berat badan tanpa alasan jelas
Untuk meredakan gejala, penderita dapat:
Mengonsumsi makanan dalam porsi kecil namun sering
Menjalani diet rendah karbohidrat
Menghindari alkohol, kafein, serta minuman bersoda
Menghindari makanan yang memicu nyeri ulu hati
Tanda asam lambung sudah parah
Menurut NHS (National Health Service), asam lambung dianggap parah jika tidak membaik meskipun sudah mengubah gaya hidup dan menjalani pengobatan. Tanda-tandanya termasuk:
Nyeri ulu hati yang terjadi hampir setiap hari
Sulit menelan atau makanan terasa tersangkut di tenggorokan
Muntah yang sering
Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
Jika mengalami gejala seperti di atas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan yang lebih tepat.
0 Komentar
Pria 50+ Wajib Tahu! 5 Tes Jantung Ini Bisa Cegah Serangan Jantung Sebelum Terlambat
Bella Hadid Ngaku Merasa ‘Tak Berharga’ Saat Tolak Semua Pekerjaan Demi Lawan Lyme Disease
Masih Perkasa di Atas 50? Rahasia Kehidupan Intim Pria Tetap Bergairah
Telat Haid di Usia 40-an? Jangan Panik! Ini Cara Bedakan Gejala Menopause dan Hamil
Sayuran Aneh Ini Ternyata Rahasia Sehat Usus, Kaya Prebiotik dan Bikin Kenyang Lebih Lama!
Tekanan Darah Tinggi Bisa Turun Alami, Ini Daftar Makanan Sehari-hari yang Direkomendasikan Ahli
Minum Vitamin Ini Disebut Bisa Bikin Umur Lebih Panjang, Benarkah?
Leave a comment