Teknologi Wearable Terinspirasi Bintang Laut untuk Pemantauan Kesehatan Jantung

04 April 2025 11:12
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Perangkat wearable ini terinspirasi oleh cara bintang laut membalikkan dirinya, dengan menyusutkan salah satu lengan dan menggunakan lengan-lengan lainnya untuk bergerak koordinatif.

Sahabat.com - Ilmuwan dari Universitas Missouri telah mengembangkan perangkat wearable baru yang terinspirasi oleh bentuk bintang laut untuk memantau kesehatan jantung secara real-time. 

Penelitian ini diungkapkan dalam sebuah artikel yang dipublikasikan di jurnal Science Advances oleh Sicheng Chen dan Zheng Yan dari College of Engineering, bersama dengan kolaborator lainnya.

Perangkat wearable ini terinspirasi oleh cara bintang laut membalikkan dirinya, dengan menyusutkan salah satu lengan dan menggunakan lengan-lengan lainnya untuk bergerak koordinatif. Dengan bentuk lima lengan, perangkat ini lebih stabil ketika digunakan untuk memantau aktivitas jantung, bahkan saat pengguna bergerak. 

Hal ini memungkinkan perangkat untuk mengumpulkan data jantung yang lebih akurat dibandingkan dengan perangkat wearable tradisional, seperti smartwatch, yang cenderung tidak stabil saat tubuh bergerak.

Perangkat ini juga terhubung dengan aplikasi smartphone yang memberikan wawasan kesehatan dan membantu mendeteksi potensi masalah jantung. 

"Setiap lengan perangkat dilengkapi dengan sensor yang menangkap aktivitas jantung secara bersamaan, baik secara listrik maupun mekanik," kata Chen, yang merupakan penulis utama penelitian ini.

Dengan dukungan kecerdasan buatan (AI), sistem ini dapat mempelajari data jantung dari individu sehat maupun penderita penyakit jantung. Sistem AI ini dapat memfilter gangguan yang disebabkan oleh gerakan dan menganalisis sinyal jantung untuk mendeteksi masalah, dengan tingkat akurasi lebih dari 90%. 

Teknologi Bluetooth pada perangkat ini memungkinkan dokter untuk memantau data pasien secara jarak jauh, sehingga memudahkan pemantauan kesehatan jantung di rumah antara kunjungan medis.

Tim peneliti juga berfokus pada kenyamanan dan daya tahan perangkat ini. Mereka mengatasi masalah iritasi kulit yang sering terjadi pada perangkat wearable dengan mengembangkan material yang lebih ramah kulit. 

Selain itu, perangkat ini dapat diisi ulang secara nirkabel saat tetap digunakan, memastikan pemantauan terus-menerus tanpa perlu dilepas untuk mengisi daya.

Meskipun masih dalam tahap pengembangan awal, inovasi yang terinspirasi oleh alam ini menggabungkan teknik rekayasa dan kecerdasan buatan, yang berpotensi mengubah cara kita memantau kesehatan jantung secara lebih mudah dan andal, kapan saja dan di mana saja.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment