Sahabat.com - Perayaan Tahun Baru di Jepang kembali diwarnai kabar duka. Seorang perempuan lanjut usia dilaporkan meninggal dunia di Tokyo setelah tersedak mochi, kue beras kenyal yang menjadi hidangan wajib saat pergantian tahun. Insiden ini bukan kasus tunggal. Dalam tiga hari pertama tahun 2026 saja, tujuh orang lansia harus dilarikan ke rumah sakit akibat tersedak mochi, dan satu di antaranya tidak tertolong. Peristiwa ini melanjutkan tren tahunan yang selalu muncul setiap awal Januari.
Mochi memang bukan sekadar makanan. Teksturnya yang lengket dan elastis justru menjadi simbol kebersamaan dan harapan di tahun baru. Biasanya mochi disajikan dalam sup hangat bernama ozoni atau diisi manisan seperti daifuku. Namun, karakter mochi yang mudah menempel di tenggorokan membuatnya berbahaya, terutama bagi orang lanjut usia yang kemampuan menelannya sudah menurun. Data dari Dinas Pemadam Kebakaran Tokyo menunjukkan ratusan orang harus mendapatkan perawatan medis dalam lima tahun terakhir akibat tersedak mochi atau makanan serupa, dan lebih dari 90 persen korbannya berusia di atas 65 tahun.
Pemerintah Jepang sebenarnya rutin mengeluarkan peringatan setiap akhir tahun. Masyarakat diimbau memotong mochi menjadi potongan kecil, mengunyah perlahan, serta membasahi tenggorokan dengan teh atau sup sebelum menyantapnya. Meski imbauan ini terdengar sederhana, nyatanya euforia perayaan sering membuat orang lengah.
Di sisi lain, mochi tetap memiliki makna budaya yang sangat dalam. Kurator Japanese American National Museum di Los Angeles, Emily Anderson, mengatakan bahwa Tahun Baru adalah hari keluarga paling penting di Jepang. “Makan mochi adalah bagian yang sangat penting dari hari keluarga paling istimewa tersebut,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa mochi bukan sekadar kuliner, melainkan simbol tradisi turun-temurun.
Kasus demi kasus yang terus berulang menjadi pengingat bahwa tradisi dan keselamatan harus berjalan seiring. Menikmati momen Tahun Baru tetap bisa dilakukan tanpa mengorbankan nyawa, selama ada kesadaran dan kehati-hatian saat menyantap hidangan tradisional seperti mochi.
0 Komentar
Leave a comment