Sahabat.com - Lupus adalah penyakit autoimun kronis yang menyerang sistem kekebalan tubuh, menyebabkan kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri. Hal ini menyebabkan gejala seperti kelelahan ekstrem, nyeri sendi, dan ruam kulit. Meskipun saat ini belum ada obat untuk lupus, pengobatan terbaru menunjukkan harapan besar bagi penderita.
Saat ini, tiga pasien di Inggris telah menjalani terapi CAR T-cell, yang sebelumnya hanya digunakan untuk pengobatan kanker. Terapi ini mengubah sistem kekebalan tubuh secara genetik untuk menyerang sel-sel bermasalah secara permanen setelah sekali pemberian.
Apa Penyebab dan Gejala Lupus?
Penyebab pasti lupus belum diketahui, tetapi faktor genetik, lingkungan, dan hormon diduga berperan. Gejalanya bervariasi, dengan siklus kambuh (flare-up) dan remisi. Gejala utama lupus meliputi:
- Nyeri sendi dan otot
- Kelelahan ekstrem meskipun sudah cukup istirahat
- Ruam kulit yang biasanya muncul setelah terpapar sinar matahari, terutama di pipi dan hidung
Gejala lain termasuk sakit kepala, sariawan, demam tanpa infeksi, penurunan berat badan, pembengkakan kelenjar, serta kepekaan berlebihan terhadap sinar matahari.
Pengobatan Lupus
Karena belum ada obat yang bisa menyembuhkan lupus, pengobatannya fokus pada pengelolaan gejala dan pencegahan kerusakan organ. Beberapa pilihan pengobatan antara lain:
- NSAID untuk mengurangi peradangan dan nyeri
- Obat antimalaria seperti hidroksiklorokuin untuk ruam kulit dan nyeri sendi
- Kortikosteroid untuk mengontrol peradangan
- Imunosupresan untuk kasus lupus sedang hingga berat
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Jika Anda mengalami gejala seperti kelelahan tak terjelaskan, nyeri sendi, atau demam ringan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Pemeriksaan lebih lanjut, seperti tes darah, sering diperlukan untuk mendiagnosis lupus.
Tips Mengelola Lupus
Mengelola lupus melibatkan identifikasi pemicu gejala, seperti stres, paparan sinar matahari, dan infeksi. Menggunakan pelindung matahari, mengelola stres, dan menjaga gaya hidup seimbang dapat membantu mengendalikan gejala. Selain itu, penting untuk memperhatikan kesehatan mental karena lupus adalah kondisi jangka panjang yang bisa menantang secara emosional.
0 Komentar
Benarkah Ciuman Bisa Menularkan Gluten? Ini Jawaban Ilmiahnya
Ngeri! Kompor Gas di Rumah Bisa Gandakan Risiko Kanker pada Anak, Ini Fakta Mengejutkannya
Ternyata Selama Ini Kita Salah! Makanan yang Dianggap Berbahaya Ini Justru Aman untuk Pencernaan
Operasi Sinus Ini Lebih Cepat, Minim Sakit, dan Efektif Angkat Polip Hidung! Kamu Wajib Tahu!
Makan Sayur & Buah Bisa Jadi Obat? Ilmuwan Temukan Cara “Reset” Usus Setelah Antibiotik!
Obat Kolesterol Ini Nggak Cuma Turunin Angka di Lab, Tapi Juga Bisa Cegah Serangan Jantung!
Efek Mengejutkan Long COVID: Jantung dan Paru-Paru Bisa Rusak Diam-Diam Meski Sudah Sembuh!
Makan Sehat Sejak Kecil Bisa Bikin Menstruasi Datang Lebih Lambat? Ini Fakta Mengejutkannya!
Remaja Aktif Lebih Bahagia? Studi Ini Ungkap Fakta Mengejutkan tentang Olahraga dan Depresi!
Awas! Plastik Mikro Kini Bersarang di Pembuluh Darah Kita dan Bisa Picu Stroke Diam-Diam!
Leave a comment