Sahabat.com - Di balik kenikmatan camilan manis, minuman bersoda, dan makanan cepat saji, tersimpan ancaman yang jarang disadari: kerusakan kesehatan otot. Penelitian terbaru mengungkap bahwa konsumsi berlebihan makanan ultraprocessed tidak hanya berdampak pada jantung dan risiko diabetes, tetapi juga memengaruhi struktur otot tubuh.
Makanan ultraprocessed dikenal tinggi kalori namun rendah nutrisi penting seperti vitamin, mineral, protein, hingga asam lemak omega-3 yang dibutuhkan untuk menjaga kekuatan otot. Akibatnya, tubuh mulai menyimpan lemak di dalam otot, baik dalam bentuk garis lemak di antara otot maupun di dalam serat otot itu sendiri.
“Yang belum banyak diketahui adalah bahwa pola makan juga memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan muskuloskeletal,” ujar Dr. Thomas Link, penulis utama studi tersebut.
Penumpukan lemak ini bukan sekadar masalah estetika. Lemak pada otot dapat mengubah struktur dan fungsi otot, sehingga memengaruhi cara tubuh bergerak dan menyerap tekanan. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa meningkatkan risiko osteoarthritis, terutama pada lutut.
Menariknya, penelitian yang melibatkan ratusan responden ini menemukan bahwa penumpukan lemak otot tetap terjadi terlepas dari berat badan, jumlah kalori, atau tingkat aktivitas fisik. Artinya, bahkan orang yang terlihat sehat pun tidak sepenuhnya aman jika pola makannya buruk.
“Semua orang memiliki sedikit lemak di antara ototnya, tetapi peningkatan jumlahnya jelas tidak baik,” kata Christopher Fry, pakar biologi otot.
Selain itu, lemak dalam otot juga dapat memicu peradangan dalam tubuh melalui pelepasan molekul tertentu seperti sitokin. Kondisi ini dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2.
Kabar baiknya, kondisi ini masih bisa diperbaiki. Mengurangi konsumsi makanan ultraprocessed, memperbanyak makanan utuh seperti sayur, buah, dan protein berkualitas, serta rutin berolahraga menjadi kunci utama. Namun, perubahan ini membutuhkan komitmen jangka panjang.
“Pilihan makanan yang kita lakukan setiap hari akan menentukan kesehatan dan umur panjang otot kita,” tegas Fry.
0 Komentar
Camilan Tinggi Protein yang Bikin Kenyang Lebih Lama dan Tubuh Tetap Energik Seharian
Rahasia Makanan Fermentasi yang Lagi Viral, Ternyata Punya Manfaat Besar untuk Tubuh
Makanan Anti Inflamasi yang Wajib Dikonsumsi, Bisa Bantu Tubuh Lebih Sehat dan Bertenaga
Pasta Gandum Utuh Ternyata Lebih Sehat? Ini Fakta yang Jarang Diketahui Pecinta Makanan Italia
Segenggam Almond Tiap Hari Disebut Bisa Redakan Peradangan Tubuh, Ini Fakta Menariknya
Temuan Baru! Konsumsi Tahu dan Tempe Disebut Bisa Tingkatkan Gairah Seksual Wanita Menopause
Rahasia Makanan Penurun Kolesterol yang Kini Jadi Favorit Pecinta Healthy Lifestyle
Leave a comment