Benjolan di Leher Ternyata Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius, Jangan Anggap Sepele!

13 April 2026 11:41
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi wanita memegang leher akibat benjolan lemak di area punggung atas yang bisa terkait kondisi kesehatan tertentu.

Sahabat.com - Benjolan lemak di bagian belakang leher yang sering disebut “buffalo hump” kini mulai jadi perhatian, bukan hanya soal estetika tapi juga potensi masalah kesehatan tersembunyi. Kondisi ini terlihat seperti tonjolan di pangkal leher atau punggung atas, dan sering kali dianggap sepele oleh banyak orang.

Menurut ahli bedah plastik, Dr. Dahlia Rice, “buffalo hump adalah penumpukan lemak di area pangkal leher atau punggung atas.” Ia menjelaskan bahwa postur tubuh yang buruk, seperti posisi kepala condong ke depan atau punggung membungkuk, bisa membuat benjolan ini tampak lebih jelas meski lemak tidak terlalu banyak.

Gaya hidup modern yang minim aktivitas fisik, ditambah obesitas dan penggunaan obat jangka panjang, menjadi faktor yang memperparah kondisi ini. Bahkan, dalam beberapa kasus, buffalo hump bisa menjadi sinyal adanya gangguan medis serius. “Tergantung pola dan waktunya, kondisi ini bisa menandakan masalah kesehatan tertentu,” ujar Rice.

Senada dengan itu, Dr. Rachel Mason mengungkapkan bahwa kondisi ini sering berkaitan dengan berat badan, namun tidak selalu demikian. “Dalam beberapa kasus, buffalo hump bisa terkait dengan sindrom Cushing atau penggunaan steroid jangka panjang,” katanya.

Kadar hormon kortisol yang tinggi juga disebut sebagai penyebab utama penumpukan lemak di area tersebut. Selain itu, beberapa jenis obat, termasuk terapi HIV, dapat memicu kondisi serupa.

Menariknya, buffalo hump sering disalahartikan sebagai masalah postur biasa seperti “dowager’s hump” yang disebabkan oleh kelengkungan tulang belakang. “Buffalo hump yang asli terasa lembut dan berlemak, berbeda dengan masalah struktur tulang,” jelas Mason.

Jika benjolan muncul tiba-tiba, membesar, atau disertai gejala seperti kelelahan, kelemahan otot, hingga perubahan tekanan darah, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan medis. Perawatan pun bergantung pada penyebabnya, mulai dari terapi fisik, penyesuaian obat, hingga prosedur seperti sedot lemak.

Meski tidak selalu berbahaya, penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini. Perubahan gaya hidup seperti menjaga berat badan ideal dan memperbaiki postur tubuh bisa menjadi langkah sederhana untuk mencegah kondisi ini semakin parah.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment