Diabetes Tipe 5 Resmi Diakui Dunia, Penyakit “Terlupakan” yang Diam-Diam Mematikan

15 April 2026 13:44
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi pankreas dan sistem metabolisme tubuh yang berperan dalam produksi insulin.

Sahabat.com - Dunia kesehatan kembali diguncang dengan pengakuan resmi jenis baru diabetes yang selama puluhan tahun jadi perdebatan. Pada 2025, International Diabetes Federation (IDF) menetapkan diabetes tipe 5 sebagai bentuk penyakit yang berbeda, sekaligus mendorong lembaga global lain untuk ikut mengakuinya.

Selama ini, diabetes lebih dikenal dalam beberapa jenis utama seperti tipe 1, tipe 2, diabetes gestasional, dan tipe 3c. Namun diabetes tipe 5 hadir dengan karakteristik yang tak biasa. Penyakit ini berkaitan erat dengan kekurangan nutrisi jangka panjang, dan banyak ditemukan di negara berkembang dengan akses kesehatan terbatas.

Menariknya, kondisi ini sebenarnya sudah pertama kali diidentifikasi sejak 1955 di Jamaika, namun sempat “menghilang” dari perhatian medis global. Bahkan pada 1999, klasifikasinya sempat dicabut karena minim bukti ilmiah. Kini, dengan dukungan riset terbaru, keberadaannya kembali diakui.

“Memahami jenis diabetes secara spesifik sangat penting agar pasien mendapatkan terapi yang tepat,” ujar peneliti diabetes Craig Beall. Hal ini menjadi krusial karena diabetes tipe 5 tidak disebabkan oleh resistensi insulin seperti tipe 2, sehingga pengobatan konvensional justru berisiko membahayakan.

Endokrinolog Meredith Hawkins menegaskan bahwa penyakit ini lebih umum dari yang diperkirakan. “Diabetes terkait malnutrisi lebih sering terjadi dibanding tuberkulosis dan hampir setara dengan HIV/AIDS, namun kurangnya pengakuan membuat diagnosis dan terapi terhambat,” jelasnya.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kekurangan nutrisi kronis dapat merusak perkembangan pankreas sejak dini, sehingga mengganggu produksi insulin dalam jangka panjang. Kondisi ini membuat pasien membutuhkan pendekatan pengobatan yang sangat hati-hati, karena pemberian insulin yang tidak tepat bisa memicu hipoglikemia berbahaya.

Meski banyak ahli menyambut pengakuan ini, sebagian masih meragukan karena tantangan dalam diagnosis. Namun IDF kini telah membentuk kelompok kerja khusus untuk menyusun standar diagnosis dan terapi global.

Di tengah meningkatnya masalah kekurangan gizi di berbagai belahan dunia, termasuk Asia, Afrika, hingga Amerika Latin, diabetes tipe 5 menjadi pengingat bahwa kesehatan tidak hanya soal gaya hidup, tetapi juga akses terhadap nutrisi yang layak.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment