Sahabat.com - Stroke dapat muncul secara tiba-tiba, termasuk saat seseorang baru bangun tidur. Kondisi ini dikenal sebagai stroke saat bangun tidur, yang umumnya merupakan jenis stroke iskemik.
Stroke iskemik terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu akibat adanya penyumbatan pembuluh darah oleh gumpalan darah.
Hal ini berbeda dengan stroke hemoragik, yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak.
Orang yang mengalami stroke saat tidur biasanya akan terbangun dengan gejala seperti wajah tampak asimetris atau terkulai, kesulitan berbicara, gangguan penglihatan, kehilangan keseimbangan atau koordinasi tubuh, hingga kelemahan atau mati rasa di satu sisi tubuh.
Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera. Semakin cepat pasien mendapatkan perawatan, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan otak lebih lanjut dan memperbaiki proses pemulihan.
Dr. Baxter Allen, seorang ahli saraf di New York-Presbyterian/Weill Cornell Medical Center, menjelaskan bahwa protokol perawatan stroke umumnya didasarkan pada waktu 4,5 jam sejak gejala pertama kali muncul.
Penundaan dalam penanganan dapat meningkatkan risiko komplikasi serius bagi pasien.
Oleh karena itu, stroke saat bangun tidur harus mendapatkan perhatian yang sama seriusnya dengan jenis stroke lainnya.
Penanganan yang cepat dan tepat tidak hanya dapat menyelamatkan nyawa pasien, tetapi juga meminimalkan dampak jangka panjang yang disebabkan oleh kondisi tersebut.
0 Komentar
Rahasia Panjang Umur! 3 Ahli Gizi Ungkap Roti Paling Sehat yang Diam-Diam Bikin Tubuh Awet Muda
Makanan Kaya Kalsium yang Kandungannya Lebih Tinggi dari Segelas Susu, Cocok untuk Tulang Sehat
Buah yang Disebut Bisa Bantu Turunkan Risiko Kanker Payudara
Bukan Kopi! Ini Minuman Pagi yang Bikin Fokus Tajam dan Energi Stabil Sepanjang Hari
Camilan Tinggi Protein yang Bikin Kenyang Lebih Lama dan Tubuh Tetap Energik Seharian
Leave a comment