Hampir Semua Bir di Amerika Ditemukan Mengandung Bahan Kimia Beracun

29 Agustus 2025 12:46
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Penelitian yang dipublikasikan dalam ACS Environmental Science & Technology ini menganalisis bir dari berbagai daerah di Amerika Serikat.

Sahabat.com - Sahabat, sebuah penelitian terbaru bikin heboh para pecinta bir. 

Hampir 95% bir yang diuji di Amerika ternyata mengandung zat kimia berbahaya yang dikenal sebagai forever chemicals atau PFAS. Zat ini disebut-sebut bisa bertahan sangat lama di lingkungan dan punya kaitan dengan risiko masalah kesehatan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam ACS Environmental Science & Technology ini menganalisis bir dari berbagai daerah di Amerika Serikat. 

Hasilnya cukup mengejutkan, bir yang diproduksi di wilayah dengan sumber air yang sudah terkontaminasi justru punya kadar PFAS paling tinggi. Artinya, kualitas air yang dipakai dalam pembuatan bir sangat menentukan seberapa besar paparan bahan kimia berbahaya ini.

“Sebagai peminum bir sesekali, saya penasaran apakah PFAS dari pasokan air bisa masuk ke dalam gelas bir kita. Saya berharap temuan ini bisa mendorong adanya strategi pengolahan air dan kebijakan baru untuk mengurangi kemungkinan PFAS hadir di masa depan,” kata peneliti utama Jennifer Hoponick Redmon.

PFAS sendiri adalah bahan kimia sintetis yang awalnya dibuat karena kemampuannya menahan air, minyak, dan noda. 

Namun, zat ini kini banyak ditemukan di sungai, air tanah, hingga sistem air publik di berbagai negara. Sayangnya, meskipun pabrik bir biasanya sudah memakai sistem penyaringan air, teknologi yang ada sekarang belum cukup untuk menyaring PFAS secara tuntas.

Dalam penelitian ini, tim menggunakan metode dari Badan Perlindungan Lingkungan Amerika (EPA) yang biasanya dipakai untuk menguji kadar PFAS dalam air minum. Metode itu kemudian diterapkan pada 23 sampel bir, baik dari pabrik bir lokal di wilayah yang tercemar maupun dari merek bir ternama dalam dan luar negeri. 

Hasilnya jelas, hampir semua bir mengandung PFAS, termasuk jenis yang paling berbahaya seperti PFOS dan PFOA, dua bahan kimia yang kini sudah dibatasi oleh EPA dalam air minum.

Kasus paling serius ditemukan di wilayah Cape Fear River Basin, Carolina Utara. Bir dari daerah itu memiliki kadar PFAS paling tinggi dan campuran paling beragam dari berbagai jenis bahan kimia beracun ini. 

Para peneliti pun menegaskan, temuan ini jadi bukti kuat bahwa kontaminasi air bisa merembet ke produk sehari-hari, termasuk minuman yang dianggap “aman” seperti bir.

Hal ini jadi pengingat bagi konsumen, produsen bir, hingga pembuat kebijakan untuk lebih waspada terhadap paparan PFAS. Dengan regulasi baru yang mulai diterapkan, kebutuhan akan peningkatan teknologi pengolahan air di pabrik bir maupun sistem air publik menjadi semakin mendesak.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment