Sahabat.com - Sahabat, jangan anggap remeh ganja hanya karena disebut alami. Penelitian terbaru menemukan bahwa produk ganja dengan kadar THC tinggi justru bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental serius.
Tinjauan ilmiah yang dipublikasikan di Annals of Internal Medicine ini melibatkan analisis 99 studi dengan lebih dari 221 ribu partisipan sejak tahun 1977 hingga 2023.
Hasilnya cukup tegas: semakin tinggi kandungan THC dalam ganja, semakin besar kemungkinan munculnya psikosis, skizofrenia, dan kecanduan ganja.
Produk yang dikategorikan sebagai ganja berkadar tinggi biasanya mengandung lebih dari 5 mg THC per sajian atau lebih dari 10% THC. Bentuknya bisa berupa konsentrat seperti shatter atau dab yang kini makin populer di kalangan pengguna muda.
Efek negatifnya bisa muncul dalam hitungan jam, berlanjut hingga bulan, bahkan tahun jika dipakai terus-menerus.
Meski ada penelitian yang menilai ganja berpotensi membantu mengurangi kecemasan atau depresi, hasilnya tidak konsisten. Faktanya, lebih dari separuh studi justru menunjukkan kaitan buruk antara THC tinggi dengan kecemasan dan depresi.
Dr. Tianjing Li, salah satu penulis utama, menegaskan, “Ada hubungan signifikan antara ganja dengan THC tinggi dan masalah kesehatan mental. Namun, penelitian lebih lanjut tetap diperlukan agar masyarakat mendapat panduan yang lebih jelas.”
Temuan ini jadi pengingat penting, terutama bagi generasi muda yang sering melihat ganja hanya dari sisi hiburan. Mengonsumsi ganja berkadar THC tinggi bukan sekadar soal “relaksasi,” tapi juga soal risiko besar bagi kesehatan mental.
0 Komentar
Ukuran Leher Bisa Jadi Tanda Masalah Kesehatan Tersembunyi, Waspada Jika Melebihi Batas Ini
Pil Baru Kanker Payudara Terbukti Bisa Perpanjang Hidup, Hasil Penelitian Bikin Harapan Baru
Rahasia Mengejutkan: Bahan Makanan Sehari-hari Ini Bisa Merusak Otak dan Picu Tekanan Darah Tinggi
Lari Maraton Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Usus? Studi Mengejutkan Ini Bikin Atlet Waspada
Leave a comment