Sahabat.com - Kita sering dengar pepatah, “Kamu adalah apa yang kamu makan,” dan ternyata, ungkapan itu memang ada benarnya. Tapi pernah nggak sih kamu mikir, apakah pola makan cewek dan cowok itu beda? Atau, apakah orang yang usianya 20-an punya kebiasaan makan yang sama dengan yang usia 50-an?
Nah, tim peneliti dari Fujita Health University, Jepang, penasaran soal itu juga, dan hasil penelitiannya cukup bikin kita mikir ulang soal kebiasaan makan sendiri.
Profesor Katsumi Iizuka, yang memimpin penelitian ini, bilang, “Kalau kita sadar bahwa perbedaan pola makan itu dipengaruhi oleh usia dan jenis kelamin, kita bisa kasih saran nutrisi yang lebih pas untuk tiap kelompok.”
Mereka meneliti 2.743 orang karyawan universitas, dan menganalisis kebiasaan makan berdasarkan empat kelompok usia: 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an. Jadi nggak cuma sekadar liat makanan apa yang dimakan, tapi juga seberapa sering dan gimana kombinasinya.
Mereka pakai metode yang biasanya dipakai buat meneliti keanekaragaman mikroba, seperti alpha dan beta diversity (istilah kerennya nih), biar bisa dapetin gambaran lengkap soal pola makan tiap kelompok.
Hasilnya cukup menarik, lho.
Cewek ternyata lebih sering makan buah dibanding cowok.
Dan kalau dilihat lebih dalam, cewek punya pola makan yang lebih beragam. Cowok muda cenderung nggak terlalu ngikutin pola makan yang seimbang—daging dan telur lebih dominan, tapi jarang makan buah dan produk susu. Sebaliknya, cewek muda lebih suka makanan nabati seperti buah, sayur, dan kentang.
Sementara itu, cowok usia 50-an justru balik ke pola makan tradisional Jepang yang kaya ikan dan lemak. Nah, cewek usia 50-an malah makin rajin makan sehat dengan kombinasi daging, telur, buah, dan produk susu.
Uniknya lagi, makin tua seseorang, makin beragam makanan sehat yang mereka konsumsi—baik itu buah, rumput laut, maupun produk susu.
Para peneliti percaya ini ada hubungannya sama kondisi hidup. Soalnya, orang 20-an biasanya tinggal sendiri, jadi nggak terlalu niat masak atau makan sehat. Sedangkan yang udah berkeluarga, lebih mungkin makan bareng keluarga dan punya pola makan yang lebih teratur.
Makanya, buat yang masih muda, penting banget buat mulai biasain diri makan makanan bergizi sejak dini.
"Dengan makan makanan kaya serat dan makanan fermentasi sejak muda, kita bisa menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker,” ujar Prof. Iizuka.
Dia juga bilang, dengan melihat perbedaan pola makan antar generasi, masyarakat bisa lebih paham pentingnya makan beragam jenis makanan.
Penelitian ini nggak cuma kasih gambaran soal kebiasaan makan orang Jepang, tapi juga bisa jadi panduan buat kita semua, supaya lebih aware sama pilihan makanan kita—nggak cuma soal rasa, tapi juga soal kesehatan jangka panjang.
0 Komentar
Rahasia Makanan Fermentasi yang Lagi Viral, Ternyata Punya Manfaat Besar untuk Tubuh
Makanan Anti Inflamasi yang Wajib Dikonsumsi, Bisa Bantu Tubuh Lebih Sehat dan Bertenaga
Pasta Gandum Utuh Ternyata Lebih Sehat? Ini Fakta yang Jarang Diketahui Pecinta Makanan Italia
Awas! Benda Sehari-hari di Rumah Ini Diam-diam Bisa Membahayakan Anjing dan Kucing Peliharaan
Segenggam Almond Tiap Hari Disebut Bisa Redakan Peradangan Tubuh, Ini Fakta Menariknya
Tanda Awal Autisme pada Anak yang Sering Tidak Disadari Orang Tua, Jangan Anggap Sepele!
Kebiasaan Sepele Ini Diam-Diam Bikin Daya Ingat Menurun Lebih Cepat, Pria Lansia Paling Berisiko
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Umur Lebih Panjang
Leave a comment