Jangan Abaikan! Ini Tanda Awal Usus Buntu yang Sering Dikira Sakit Perut Biasa

13 April 2026 11:45
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi wanita menahan sakit perut yang bisa menjadi gejala awal radang usus buntu.

Sahabat.com - Sakit perut sering dianggap hal sepele, mulai dari efek telat makan hingga gangguan pencernaan ringan. Namun, ada kondisi tertentu yang tidak boleh diabaikan, salah satunya adalah usus buntu atau appendicitis yang bisa berakibat fatal jika terlambat ditangani.

Menurut Dr. Jennifer Caudle, radang usus buntu yang tidak diobati dapat menyebabkan organ tersebut pecah dan mengancam nyawa. “Jika tidak ditangani, usus buntu bisa pecah dan itu sangat berbahaya,” ujarnya.

Salah satu tanda paling umum adalah nyeri perut hebat yang terasa berbeda dari biasanya. Rasa sakit ini umumnya muncul di bagian kanan bawah perut dan bisa semakin parah saat berjalan, batuk, atau bahkan saat melewati jalan bergelombang. Kondisi ini menandakan adanya peradangan serius, bahkan bisa menjadi tanda usus buntu hampir pecah.

Selain nyeri, gejala lain yang sering muncul adalah mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan. Meski terlihat seperti gangguan lambung biasa, kombinasi gejala ini patut diwaspadai. “Peradangan pada usus buntu bisa memengaruhi sistem pencernaan dan saraf sehingga memicu mual dan muntah,” jelas Caudle.

Gejala yang jarang disadari adalah sering buang air kecil. Hal ini terjadi karena posisi usus buntu yang dekat dengan kandung kemih sehingga saat meradang dapat menyebabkan iritasi. Akibatnya, muncul sensasi ingin buang air kecil terus-menerus bahkan terasa nyeri.

Demam dan menggigil juga menjadi tanda tubuh sedang melawan infeksi. Dr. Cedrek McFadden menjelaskan, “Tubuh akan melepaskan zat kimia sebagai respons peradangan, yang bisa menyebabkan demam dan rasa menggigil.”

Yang lebih serius, beberapa pasien bisa mengalami kebingungan atau brain fog. Kondisi ini bisa menjadi tanda infeksi sudah menyebar ke seluruh tubuh atau dikenal sebagai sepsis. “Ini menunjukkan infeksi semakin parah dan tubuh kekurangan oksigen untuk fungsi normal, termasuk otak,” kata Dr. Dan Gingold.

Penting untuk segera mencari bantuan medis jika mengalami kombinasi gejala tersebut. Penanganan cepat, biasanya melalui operasi pengangkatan usus buntu, bisa mencegah komplikasi yang lebih serius.

Jangan pernah menganggap remeh sinyal dari tubuh. Mengenali gejala sejak dini bisa menjadi langkah penting untuk menyelamatkan nyawa.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment