Sahabat.com - Kanker payudara masih menjadi salah satu penyakit paling umum pada perempuan, dengan risiko yang tidak bisa dianggap sepele. Banyak orang mengira tanda utamanya selalu berupa benjolan, padahal kenyataannya tidak sesederhana itu. Mengenali gejala tersembunyi sejak dini bisa menjadi langkah penting untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan menyelamatkan nyawa.
Menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Tara Olson, deteksi dini adalah kunci utama. “Deteksi dini sangat penting karena kanker payudara stadium awal sangat bisa diobati dan bahkan disembuhkan,” ujarnya. Hal ini diperkuat data dari American Cancer Society yang menyebutkan tingkat kelangsungan hidup pasien bisa mencapai lebih dari 99% jika kanker belum menyebar.
Tak hanya benjolan, ada beberapa tanda lain yang sering luput dari perhatian. Mulai dari perubahan tekstur kulit payudara yang tampak seperti kulit jeruk, kemerahan, hingga keluarnya cairan tidak biasa dari puting dengan warna darah, hijau, atau hitam. Pembengkakan di area ketiak dan rasa nyeri yang terfokus di satu titik juga bisa menjadi sinyal yang patut diwaspadai. “Satu dari enam perempuan dengan kanker payudara tidak menunjukkan benjolan sebagai gejala awal,” jelas Amy Bremner.
Selain gejala, memahami faktor risiko juga penting. Usia menjadi faktor terbesar—semakin bertambah usia, risiko pun meningkat. Data dari National Cancer Institute menunjukkan risiko meningkat signifikan setelah usia 70 tahun. Faktor lain seperti riwayat keluarga, mutasi genetik, hingga kepadatan jaringan payudara juga berperan.
Namun, ada juga faktor yang bisa dikendalikan, seperti menjaga berat badan ideal, mengurangi konsumsi alkohol, aktif bergerak, serta bijak dalam penggunaan terapi hormon. Sekitar 30% kasus kanker payudara berkaitan dengan gaya hidup.
Pada akhirnya, mengenali tubuh sendiri adalah langkah awal yang tidak tergantikan. “Jika ada sesuatu yang terasa atau terlihat tidak normal, segera konsultasikan ke dokter,” tegas Dr. Olson. Pemeriksaan rutin seperti mammogram juga sangat dianjurkan, terutama bagi perempuan usia 40 hingga 74 tahun, karena terbukti mampu menurunkan risiko kematian secara signifikan.
0 Komentar
Air Kelapa atau Santan, Mana yang Lebih Sehat? Jawabannya Bisa Bikin Anda Terkejut!
Dokter Bongkar Trik 60 Detik Redakan Asam Lambung Naik Tanpa Obat, Cukup Tarik Napas dan Minum Air!
Telur Retak Masih Aman Dimakan? Jawaban Ahli Ini Bisa Bikin Anda Langsung Buang dari Kulkas
Kanker Prostat Joe Biden Terlambat Terdeteksi, Dokter Ungkap Alasan yang Jarang Disadari Pria Lansia
Rahasia Panjang Umur! 3 Ahli Gizi Ungkap Roti Paling Sehat yang Diam-Diam Bikin Tubuh Awet Muda
Leave a comment