Kopi Tanpa Kafein atau Kopi Biasa, Mana yang Lebih Sehat? Ahli Gizi Buka Suara

03 Juli 2026 13:36
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi secangkir kopi tanpa kafein dan kopi biasa yang sama-sama kaya antioksidan dan memiliki manfaat bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.

Sahabat.com - Perdebatan mengenai kopi tanpa kafein dan kopi biasa masih sering muncul, terutama di kalangan pecinta kopi yang ingin tetap menikmati minuman favoritnya tanpa mengorbankan kesehatan. Meski kandungan kafeinnya berbeda, para ahli gizi menegaskan bahwa keduanya sama-sama memberikan manfaat bagi tubuh berkat kandungan antioksidan yang tinggi.

Ahli gizi Anar Allidina menjelaskan bahwa perbedaan utama keduanya terletak pada proses pengolahan. "Pada kopi tanpa kafein, biji kopi menjalani proses untuk menghilangkan sebagian besar kandungan kafein sebelum dipanggang," ujarnya. Meski demikian, kopi tanpa kafein tetap mengandung sedikit kafein, sekitar 2 hingga 10 miligram per cangkir, sedangkan secangkir kopi biasa mengandung sekitar 95 hingga 165 miligram kafein.

Menurut ahli gizi Vicki Koenig, manfaat utama kopi sebenarnya bukan berasal dari kafein, melainkan dari berbagai senyawa alami seperti polifenol, chlorogenic acid, dan ferulic acid yang tetap bertahan meski sebagian besar kafeinnya dihilangkan. "Banyak penelitian menunjukkan bahwa kopi berkafein maupun kopi tanpa kafein sama-sama dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah. Ini menunjukkan manfaatnya berasal dari senyawa selain kafein," kata Koenig.

Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi kopi secara rutin dapat membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2, penyakit hati, penyakit ginjal kronis, serangan jantung, stroke, mengurangi peradangan, menjaga kesehatan mikrobioma usus, hingga memperlambat penurunan fungsi kognitif.

Meski begitu, kopi biasa tidak selalu cocok untuk semua orang. Konsumsi kafein berlebihan dapat memicu jantung berdebar, rasa cemas, sulit tidur, gangguan pencernaan, hingga ketergantungan. Karena itu, ibu hamil, ibu menyusui, penderita hipertensi, gangguan irama jantung, migrain, gangguan kecemasan, maupun orang yang sensitif terhadap kafein sebaiknya membatasi konsumsinya.

Pada akhirnya, pilihan antara kopi tanpa kafein dan kopi biasa bergantung pada kondisi kesehatan serta toleransi tubuh terhadap kafein. Selama dikonsumsi dalam jumlah wajar dan tidak berlebihan menambahkan gula maupun krimer, keduanya tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat dan gaya hidup seimbang.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment