Krisis Haiti Makin Parah! Hampir 6 Juta Orang Terancam Kelaparan, Dunia Diminta Bertindak

17 April 2026 12:01
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Warga Haiti mengantre bantuan makanan di tengah krisis kemanusiaan dan meningkatnya angka pengungsian.

Sahabat.com - Krisis kemanusiaan di Haiti semakin memprihatinkan dan kini memasuki fase yang lebih serius. Hampir 6 juta orang diperkirakan akan menghadapi kelaparan akut dalam beberapa bulan ke depan, sebuah angka yang mencerminkan lebih dari separuh populasi negara tersebut. Situasi ini tak hanya soal kekurangan pangan, tetapi juga dampak berlapis dari konflik, kemiskinan, dan ketidakstabilan sosial yang terus berlarut.

Laporan terbaru dari Integrated Food Security Phase Classification mengungkap sekitar 5,8 juta warga Haiti berada dalam kondisi rawan pangan akut. Dari jumlah tersebut, lebih dari 1,8 juta orang sudah masuk kategori darurat dan membutuhkan bantuan makanan secepatnya. Kondisi ini dipicu oleh kekerasan geng bersenjata yang semakin meluas, memaksa lebih dari 1,4 juta orang kehilangan tempat tinggal dan hidup dalam pengungsian.

Kehidupan sehari-hari masyarakat Haiti kini jauh dari kata normal. Distribusi pangan terganggu, aktivitas pertanian terhambat, dan harga kebutuhan pokok terus melonjak akibat tekanan ekonomi. Bahkan, banyak keluarga harus berjuang keras hanya untuk mendapatkan makanan sederhana setiap hari.

Meski ada sedikit perbaikan dibandingkan perkiraan sebelumnya, harapan itu masih rapuh. Bantuan pangan yang diberikan oleh World Food Programme sempat membantu sekitar 200 ribu orang keluar dari kondisi kelaparan ekstrem. Namun, kondisi ini belum sepenuhnya stabil.

Direktur WFP untuk Haiti, Wanja Kaaria, menegaskan pentingnya aksi nyata. “Memerangi kelaparan adalah kunci untuk memulihkan stabilitas di Haiti. Kita tidak bisa membangun perdamaian jika keluarga tidak mampu memberi makan anak-anak mereka,” ujarnya.

Ancaman lain juga datang dari kenaikan harga bahan bakar global yang dipicu konflik internasional, yang berdampak langsung pada biaya transportasi dan produksi pertanian di Haiti. Tanpa dukungan berkelanjutan dari komunitas internasional, krisis ini berpotensi memburuk dalam waktu dekat.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment