Kurang Tidur Diam-Diam Pangkas Umur, Otak Bisa Menua Lebih Cepat

12 Januari 2026 13:59
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi seseorang terjaga di tempat tidur akibat sulit tidur pada malam hari.

Sahabat.com - Kurang tidur sering dianggap masalah sepele yang bisa ditebus dengan kopi atau tidur siang di akhir pekan. Padahal, riset terbaru menunjukkan kebiasaan begadang justru menyimpan dampak serius bagi otak dan usia harapan hidup. Penelitian dari Oregon Health & Science University (OHSU) yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep Advances menemukan bahwa kualitas tidur yang buruk dapat memperpendek usia lebih besar dibanding faktor gaya hidup lain seperti pola makan, olahraga, bahkan rasa kesepian.

Dalam penelitian ini, para peneliti menganalisis data survei nasional dari CDC dan mengaitkannya dengan angka harapan hidup di berbagai wilayah. Hasilnya cukup mengejutkan. Kurang tidur meningkatkan risiko kematian di seluruh negara bagian Amerika Serikat dan menjadi faktor perilaku paling berpengaruh setelah kebiasaan merokok. Penulis senior studi tersebut, Andrew McHill, Ph.D., mengaku tidak menyangka hubungan tidur dan usia harapan hidup begitu kuat. “Kami selalu tahu tidur itu penting, tapi riset ini benar-benar menegaskan bahwa orang seharusnya berusaha tidur tujuh hingga sembilan jam setiap malam,” ujarnya.

Menurut McHill, tidur seharusnya diprioritaskan setara dengan menjaga pola makan sehat dan rutin berolahraga. Hal ini juga ditegaskan oleh psikiater Daniel Amen, pemilik Amen Clinics di California. Dalam wawancara sebelumnya, ia menyebut tidur berperan besar dalam menjaga fungsi otak dan umur panjang. “Saat tidur, otak membersihkan dirinya sendiri. Jika Anda tidak tidur tujuh sampai sembilan jam, otak akan terlihat lebih tua dari usia sebenarnya, aliran darah berkurang, dan peradangan meningkat,” kata Amen.

Kurang tidur juga membuat otak tidak sempat membuang racun yang menumpuk sepanjang hari. Dampaknya bukan hanya rasa lelah, tetapi juga pengambilan keputusan yang buruk. “Jika aktivitas di bagian depan otak menurun, Anda jadi lebih lapar, mudah stres, dan cenderung membuat pilihan yang tidak sehat. Siklus ini akhirnya membuat Anda sulit tidur lagi keesokan malam,” jelas Amen.

Sebagai langkah sederhana, ia menyarankan untuk tidur 15 menit lebih awal setiap malam dan lebih disiplin menjauh dari gangguan seperti ponsel atau layanan streaming. “Jadilah lebih sadar saat tidur dan bangun. Bahkan memulai pagi dengan pikiran positif bisa membantu kesehatan otak,” ujarnya. Pesannya jelas, tidur cukup bukan kemewahan, melainkan investasi penting untuk hidup yang lebih panjang dan berkualitas.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment