Sahabat.com - Sahabat, siapa sangka olahraga lari jarak jauh yang selama ini dikenal menyehatkan ternyata punya sisi lain yang cukup mengejutkan?
Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa pelari maraton dan ultramaraton bisa memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker usus dibanding orang biasa.
Dalam studi tersebut, sekitar 15% pelari jarak jauh terdeteksi memiliki polip yang bisa berkembang menjadi kanker usus, sedangkan pada orang dewasa biasa angkanya hanya sekitar 5%.
Dr. Timothy Cannon, ahli onkologi dari Inova Schar Cancer Institute, mengaku kaget saat menemukan pasien muda yang semuanya atlet ekstrem dengan kanker usus stadium IV.
“Cukup aneh ketika tiga pasien dengan kondisi sama ternyata sama-sama pelari jarak jauh,” ujarnya.
Hal inilah yang membuatnya meneliti lebih lanjut dan menemukan adanya kemungkinan kaitan antara lari ekstrem dan kanker usus.
Meski begitu, para ahli menegaskan bukan berarti kita harus berhenti berolahraga.
Dr. Christina Dieli-Conwright dari Harvard Medical School mengingatkan, “Saya tidak ingin orang menjauh dari olahraga lari hanya karena temuan ini. Itu tidak adil untuk lari.”
Menurutnya, manfaat olahraga terhadap kesehatan jauh lebih besar, mulai dari menjaga jantung, memperkuat tubuh, hingga membantu mencegah penyakit kronis lain.
Secara teori, risiko ini bisa muncul karena saat berlari jarak jauh tubuh mengalihkan aliran darah dari sistem pencernaan untuk mendukung otot. Proses ini bisa menimbulkan gangguan pada usus dan bahkan memengaruhi keseimbangan bakteri di dalam tubuh.
Namun para peneliti menegaskan, dibutuhkan studi lebih lanjut untuk benar-benar memastikan kaitannya.
Dr. Cannon sendiri, yang juga seorang pelari, mengaku tidak berniat berhenti berlari.
“Saya tidak akan mengatakan bahwa saya tidak akan pernah ikut maraton lagi. Mungkin saya masih akan melakukannya,” katanya.
Namun ia menekankan pentingnya melakukan skrining kanker usus secara rutin, apalagi jika menemukan gejala mencurigakan seperti adanya darah pada tinja.
Pesan terpenting dari para ahli adalah tetap berolahraga karena justru masalah kesehatan terbesar saat ini adalah kurangnya aktivitas fisik. Tetapi bagi pelari jarak jauh, sangat dianjurkan untuk waspada dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.
Dr. Cathy Eng dari Vanderbilt University menambahkan, “Masalahnya, atlet terlihat begitu sehat sehingga orang mengira mereka pasti bebas risiko kanker. Padahal skrining tetap penting bagi siapa pun.”
Jadi, sahabat, jangan takut untuk tetap berlari, jogging, atau berolahraga ringan setiap hari. Namun jangan lupa, kesehatan juga butuh keseimbangan: olahraga teratur, pola makan sehat, dan pemeriksaan medis yang rutin.
0 Komentar
Ukuran Leher Bisa Jadi Tanda Masalah Kesehatan Tersembunyi, Waspada Jika Melebihi Batas Ini
Pil Baru Kanker Payudara Terbukti Bisa Perpanjang Hidup, Hasil Penelitian Bikin Harapan Baru
Rahasia Mengejutkan: Bahan Makanan Sehari-hari Ini Bisa Merusak Otak dan Picu Tekanan Darah Tinggi
Lari Maraton Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Usus? Studi Mengejutkan Ini Bikin Atlet Waspada
Leave a comment