Sahabat.com - Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi pada wanita di berbagai negara. Kini, penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan bahwa menopause tidak hanya menyebabkan penurunan hormon estrogen, tetapi juga dapat mengubah cara kerja gen yang berhubungan dengan kesehatan jantung bahkan sebelum gejala penyakit muncul.
Studi yang dilakukan tim peneliti dari Virginia Tech melalui Fralin Biomedical Research Institute menemukan bahwa menopause memengaruhi epigenom, yaitu sistem biologis yang mengatur gen mana yang aktif atau tidak aktif di dalam tubuh. Perubahan ini terjadi ketika kadar estrogen menurun dan dapat berdampak langsung pada jaringan kardiovaskular.
Peneliti utama, Sumita Mishra, menjelaskan bahwa hilangnya estrogen saat menopause mampu mengubah pola regulasi gen yang berperan dalam fungsi jantung dan pembuluh darah. Temuan tersebut menunjukkan bahwa risiko penyakit jantung pada wanita pascamenopause jauh lebih kompleks dibandingkan sekadar perubahan hormon.
Penelitian terkait yang dipublikasikan dalam jurnal Hypertension juga menemukan adanya perubahan sinyal biologis yang bergantung pada estrogen. Kondisi ini dapat memengaruhi fungsi pembuluh darah, metabolisme tubuh, hingga meningkatkan risiko gagal jantung jenis Heart Failure with Preserved Ejection Fraction (HFpEF), yang lebih sering dialami wanita setelah menopause.
Di sisi lain, penelitian dari Penn State College of Medicine kembali menyoroti manfaat terapi hormon atau Hormone Replacement Therapy (HRT). Analisis terhadap 2.696 peserta selama enam tahun menunjukkan terapi berbasis estrogen mampu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) sekitar 11 persen, meningkatkan kolesterol baik (HDL), serta memperbaiki sensitivitas insulin.
Salah satu temuan menarik adalah penurunan kadar lipoprotein(a), penanda genetik yang berkaitan dengan risiko serangan jantung dan stroke. Faktor risiko ini umumnya tidak dapat dikendalikan melalui pola makan maupun sebagian besar obat-obatan, namun diketahui mengalami penurunan pada peserta yang menjalani terapi hormon.
Para peneliti menegaskan bahwa terapi hormon bukan satu-satunya solusi. Pola makan sehat, aktivitas fisik rutin, pengendalian diabetes, tekanan darah, dan faktor genetik tetap memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan jantung. Temuan ini menjadi pengingat bahwa masa menopause seharusnya dipandang sebagai titik penting untuk melakukan evaluasi kesehatan jantung secara lebih serius dan menyeluruh.
0 Komentar
Sering Kembung dan Sembelit? Ahli Ungkap Kesalahan Pola Makan yang Sering Dilakukan Pria
Susah Tidur Saat Menginap di Tempat Baru? Ternyata Ada Alasannya, Ini yang Terjadi pada Otak
Blueberry Vs Anggur, Mana yang Lebih Sehat? Ini Buah yang Unggul dalam Vitamin dan Serat
7 Minuman Energi Dibandingkan, Mana yang Paling Tinggi Kafein dan Gula?
Nonton Olahraga Ternyata Bisa Bikin Bahagia, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan Mental
Leave a comment