Sahabat.com - Kabar soal obat penurun berat badan kembali bikin heboh. Kali ini bukan soal suntikan mingguan, melainkan Wegovy versi pil yang baru saja disetujui di Amerika Serikat. Kehadiran obat ini langsung disebut sebagai angin segar bagi banyak orang yang ingin mengelola berat badan tanpa harus berurusan dengan jarum suntik. Wegovy pil menjadi obat oral GLP-1 pertama yang tersedia khusus untuk manajemen berat badan.
Dokter Wajahat Mehal, Direktur Yale Weight Loss Program, menyebut ini sebagai kabar besar di dunia kesehatan. “Sekarang orang yang sedang dalam perjalanan menurunkan berat badan punya pilihan pil harian, bukan hanya suntikan mingguan,” ujarnya. Wegovy pil mengandung semaglutide, zat aktif yang sama dengan Wegovy dan Ozempic versi suntik, hanya saja dikonsumsi lewat mulut.
Efektivitasnya pun tak main-main. Berdasarkan uji klinis yang dipublikasikan di The New England Journal of Medicine, konsumsi semaglutide oral dosis 25 mg setiap hari mampu menurunkan berat badan rata-rata hingga 13–16 persen dalam waktu sekitar 64 minggu. Angka ini dinilai sebanding dengan hasil dari Wegovy suntik. Dokter Jyotsna Ghosh dari Johns Hopkins Medicine mengatakan, “Persentase penurunan berat badan terlihat hampir sama antara versi suntik dan pil, dan ini jadi opsi baru yang sangat menarik.”
Meski praktis, Wegovy pil tetap memiliki efek samping yang perlu diperhatikan, terutama gangguan pencernaan seperti mual dan muntah yang dilaporkan sedikit lebih sering dibanding suntikan. “Profil efek sampingnya mirip, hanya saja angka gangguan GI pada pil sedikit lebih tinggi,” jelas Dr. Mehal. Ia juga menekankan pentingnya asupan protein dan latihan kekuatan karena penurunan berat badan bisa disertai kehilangan massa otot.
Pil ini harus diminum setiap hari, di pagi hari sebelum makan atau minum apa pun, dengan sedikit air dan jeda sekitar 30 menit. Menurut Dr. Ghosh, kelebihannya adalah kadar obat dalam tubuh bisa lebih stabil sepanjang minggu. Dari sisi harga, Wegovy pil diperkirakan lebih terjangkau sehingga membuka akses lebih luas.
Meski terdengar menjanjikan, para ahli sepakat obat ini bukan solusi instan. “Obat-obatan ini bukan pengganti gaya hidup sehat,” tegas Dr. Mehal. Pola makan seimbang, aktivitas fisik, dan konsultasi dengan dokter tetap menjadi kunci utama dalam perjalanan menjaga kesehatan tubuh.
0 Komentar
Sering Kembung dan Sembelit? Ahli Ungkap Kesalahan Pola Makan yang Sering Dilakukan Pria
Susah Tidur Saat Menginap di Tempat Baru? Ternyata Ada Alasannya, Ini yang Terjadi pada Otak
Blueberry Vs Anggur, Mana yang Lebih Sehat? Ini Buah yang Unggul dalam Vitamin dan Serat
7 Minuman Energi Dibandingkan, Mana yang Paling Tinggi Kafein dan Gula?
Nonton Olahraga Ternyata Bisa Bikin Bahagia, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan Mental
Leave a comment