Sahabat.com - Siapa sangka, obat yang selama ini populer buat turunkan berat badan ternyata juga bisa jadi penyelamat buat kamu yang sering tersiksa migrain.
Yap, sebuah studi kecil mengungkap bahwa obat liraglutide—yang termasuk golongan GLP-1 dan biasa digunakan untuk diabetes tipe 2 dan penurunan berat badan—ternyata bisa bantu mengurangi frekuensi sakit kepala parah alias migrain, khususnya pada orang dengan obesitas.
Dalam studi ini, para peneliti merekrut 31 orang dewasa, 26 perempuan dan 5 laki-laki, yang punya BMI di atas 30 dan mengalami migrain kronis (yaitu sakit kepala setidaknya 15 hari dalam sebulan). Mereka diberikan suntikan harian liraglutide selama 12 minggu.
Hasilnya mengejutkan: rata-rata mereka mengalami 11 hari sakit kepala lebih sedikit setiap bulan. Dan menariknya, perubahan ini terjadi tanpa penurunan berat badan yang signifikan. Jadi bukan karena jadi lebih langsing, tapi memang ada efek lain dari obat ini yang meredakan migrain.
Menurut Dr. Samantha Flanagan dari Temple Health, meskipun sudah banyak pengobatan migrain saat ini, tetap saja ada pasien yang merasa pengobatan yang ada belum mempan.
“Masih banyak pasien dengan migrain yang sulit ditangani dan bisa jadi terbantu dengan pengobatan baru ini,” katanya.
Tapi tentu saja, hasil ini belum bisa dijadikan acuan utama. Penelitian ini sifatnya masih awal dan tidak melibatkan kelompok kontrol atau metode buta ganda, yang artinya masih ada kemungkinan bias.
Dr. Richard Baron, ahli saraf dari Stanford Medicine bilang, “Kita masih perlu uji coba yang lebih besar dan ketat buat memastikan apakah benar liraglutide ini yang bikin migrainnya berkurang.”
Lalu, bagaimana sih obat GLP-1 ini bisa ngaruh ke migrain? Salah satu teori menyebutkan bahwa GLP-1 bisa menurunkan tekanan di dalam tengkorak. Kalau tekanan ini naik sedikit saja, bisa memicu pelepasan senyawa penyebab sakit kepala seperti calcitonin gene-related peptide (CGRP), yang bikin kita makin sensitif terhadap rasa sakit. GLP-1 juga diduga bisa mengurangi peradangan dan menstabilkan hormon yang biasanya naik-turun pada orang dengan obesitas—dua hal yang sering dikaitkan dengan migrain.
Dr. Deena Kuruvilla dari Brain Health Institute menambahkan, “Saya sudah punya beberapa pasien dengan migrain yang nggak mempan sama pengobatan biasa, tapi mereka menunjukkan perbaikan setelah pakai GLP-1. Walau tentu saja saya selalu bilang ini efek tambahan, bukan jaminan.”
Obat-obat GLP-1 memang belum secara resmi disetujui oleh FDA untuk mencegah migrain, jadi penggunaannya masih dalam ranah eksperimen.
Tapi Dr. Baron bilang, “Kalau seseorang punya migrain dan BMI-nya di atas 30, rasanya masuk akal untuk mempertimbangkan GLP-1. Selain bantu redakan migrain, juga bisa memperbaiki kesehatan metabolik mereka.”
Buat kamu yang sudah coba berbagai cara untuk mengatasi migrain tapi belum juga berhasil, mungkin ini bisa jadi harapan baru. Tentu saja, selalu konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mencoba jenis pengobatan baru, ya.
0 Komentar
Masih Perkasa di Atas 50? Rahasia Kehidupan Intim Pria Tetap Bergairah
Telat Haid di Usia 40-an? Jangan Panik! Ini Cara Bedakan Gejala Menopause dan Hamil
Sayuran Aneh Ini Ternyata Rahasia Sehat Usus, Kaya Prebiotik dan Bikin Kenyang Lebih Lama!
Tekanan Darah Tinggi Bisa Turun Alami, Ini Daftar Makanan Sehari-hari yang Direkomendasikan Ahli
Minum Vitamin Ini Disebut Bisa Bikin Umur Lebih Panjang, Benarkah?
Rutin Minum Kopi atau Teh Bisa Cegah Demensia? Ini Temuan Peneliti yang Bikin Lega
Dokter Ungkap Trik Simpel Turunkan Gula Darah Secara Alami, Bisa Langsung Dicoba di Rumah
Tanpa Disadari, 4 Makanan Sehari-hari Ini Bisa Merusak Kesehatan Ususmu
Leave a comment