Penanganan Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

22 Mei 2024 17:14
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Jika terdapat infeksi maupun peradangan pada tubuh, kelenjar getah bening (limfadenopati) dapat menjadi tanda jika tubuh sedang melawannya. (iStockphoto)

Sahabat.com - Jika terdapat infeksi maupun peradangan pada tubuh, kelenjar getah bening (limfadenopati) dapat menjadi tanda jika tubuh sedang melawannya. Jika infeksi dan peradangan itu cukup serius, maka akan terjadi pembengkakan dari kelenjar getah bening tersebut. Hal itu disebut merupakan proses yang alami terjadi pada tubuh seseorang.

Pembengkakan kelenjar getah bening juga dapat disebabkan oleh kanker dan penyakit autoimun. Artinya bukan saja disebabkan infeksi atau peradangan pada tubuh semata.

Langkah penanganan untuk pembengkakan kelenjar getah bening umumnya akan disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya. Jika penyebabnya tergolong ringan, penanganan cukup dilakukan dengan mengompres area yang bengkak, mengonsumsi obat pereda nyeri, dan banyak beristirahat. Namun jika disebabkan oleh hal lain, maka penanganannya pun akan berbeda.

Berikut cara penanganan pembengkakan kelenjar getah bening, berdasarkan penyebabnya seperti dikutip laman halodoc.

1. Karena Infeksi Ringan

Infeksi ringan, baik akibat virus ataupun bakteri, menjadi penyebab paling umum dari pembengkakan kelenjar getah bening. Contoh infeksi ringan yang dapat menyebabkan kondisi ini adalah radang tenggorokan, radang amandel, flu atau selesma, infeksi gigi, infeksi telinga dan selulitis (infeksi kulit).

Jika disebabkan oleh infeksi ringan, pembengkakan kelenjar getah bening biasanya memiliki karakteristik lunak (kenyal), dapat digerakkan dan jika ditekan terasa nyeri. Pada beberapa kasus, pengidapnya juga dapat mengalami gejala demam, batuk, dan nyeri tenggorokan.

Berikut cara penanganan untuk pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi ringan:

-Pengompresan area yang bengkak dengan air hangat.
-Minum obat pereda nyeri seperti paracetamol, aspirin, atau ibuprofen. -Istirahat dan minum air putih yang cukup.

2. Karena Kanker

Pada beberapa kasus, pembengkakan kelenjar getah bening juga dapat disebabkan oleh kanker. Beberapa jenis kanker yang dapat menyebabkan kondisi ini adalah limfoma (kanker kelenjar getah bening primer), leukemia, melanoma dan kanker mulut atau kerongkongan.

Pembengkakan kelenjar getah bening akibat kanker, ditandai dengan beberapa gejala, seperti demam, berkeringat di malam hari, penurunan berat badan tanpa sebab, tidak nafsu makan, telinga berdengung dan timbulnya rasa gatal di tangan, kaki bahkan di sekujur tubuh.

Karakteristik pembengkakan kelenjar getah bening karena kanker umumnya keras, tidak terasa nyeri, cenderung tidak bergerak dan bila ditekan benjolan terasa lebih dari satu atau bergerombol. Kondisi ini harus melalui tahapan pemeriksaan, pemindaian hingga biopsi atau pengambilan sampel kelenjar getah bening yang diperiksa oleh dokter spesialis patologi anatomi. Kemudian barulah dokter dapat mengambil tindakan medis yang tepat untuk mengobatinya.

3. Karena Penyakit Autoimun

Meski tergolong jarang terjadi, pembengkakan kelenjar getah bening juga dapat disebabkan oleh penyakit autoimun, yaitu kondisi ketika sistem imun menyerang organ-organ tubuh sendiri. Misalnya, seperti HIV/AIDS, rheumatoid arthritis atau rematik dan lupus eritematosus sistemik (SLE).

Cara mengobati pembengkakan kelenjar getah bening akibat penyakit autoimun adalah:

-Pemberian obat antivirus.
-Menekan respons imun tubuh.
-Mengurangi tingkat keparahan gejala dari kondisi yang mendasarinya.

Bisakah Pembengkakan Kelenjar Getah Bening Dicegah?

Pembengkakan kelenjar getah bening sebenarnya bisa dicegah. Berikut beberapa langkah pencegahannya:

-Perbanyak konsumsi makanan berserat.
-Penuhi kebutuhan cairan tubuh minum air putih yang cukup.
-Hindari makanan berpengawet.
-Hindari penggunaan obat-obatan yang mengandung steroid.
-Jauhi rokok.
-Konsumsi vitamin untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Perlu diingat bahwa pembengkakan kelenjar getah bening bukanlah penyakit, melainkan tanda dari suatu penyakit. Jadi untuk mengobatinya, hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan memastikan dahulu penyebabnya, barulah kemudian ditentukan cara pengobatan yang tepat.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment