Pilek Biasa atau Infeksi Sinus? Ini Cara Mudah Membedakannya Sebelum Terlambat!

17 April 2026 11:33
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi wanita mengalami nyeri di area hidung dan wajah akibat gejala infeksi sinus.

Sahabat.com - Saat kepala terasa berat, hidung tersumbat, dan batuk tak kunjung reda terutama di malam hari, banyak orang mengira itu hanya pilek biasa. Padahal, kondisi tersebut bisa saja mengarah pada infeksi sinus yang membutuhkan perhatian lebih. Meski sekilas mirip, kedua kondisi ini memiliki perbedaan yang cukup penting untuk dikenali sejak awal.

Infeksi sinus atau sinusitis adalah kondisi ketika rongga sinus di wajah mengalami peradangan akibat virus atau bakteri. Area ini berada di sekitar pipi, di antara mata, hingga di atas alis. Ketika terinfeksi, Anda bisa merasakan nyeri di area wajah tertentu, tergantung bagian sinus mana yang terdampak.

Menurut Melynda Barnes, “Infeksi sinus terjadi ketika rongga sinus mengalami infeksi, baik karena virus maupun bakteri, yang menyebabkan tekanan dan rasa nyeri di area wajah.” Sementara itu, Hamid Djalilian menjelaskan bahwa pilek sering kali menjadi awal dari infeksi sinus. “Saat pilek, lapisan hidung dan sinus membengkak sehingga saluran drainase tertutup. Akibatnya, lendir menumpuk dan bakteri bisa berkembang,” ujarnya.

Meski begitu, tidak semua pilek akan berujung menjadi infeksi sinus. Umumnya, pilek hanya menimbulkan gejala ringan seperti bersin, hidung meler, dan sedikit sakit tenggorokan. Namun jika gejala berlangsung lebih dari seminggu, disertai nyeri wajah, tekanan di kepala, atau lendir kental berwarna, itu bisa menjadi tanda infeksi sinus.

Menariknya, infeksi sinus tidak sepenuhnya menular. Jika disebabkan virus, penularan bisa terjadi, tetapi yang menular adalah virusnya—bukan infeksi sinus itu sendiri. Valerie King mengatakan, “Sebagian besar infeksi sinus berasal dari virus yang memang bisa menular, tetapi biasanya hanya menimbulkan gejala seperti pilek biasa pada orang lain.”

Karena gejalanya mirip, diagnosis infeksi sinus tidak selalu mudah bahkan bagi tenaga medis. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan durasi dan perkembangan gejala. Jika tidak kunjung membaik, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.

Untuk mencegahnya, menjaga kebersihan saluran hidung menjadi langkah penting. Membersihkan lendir dengan semprotan saline atau dekongestan dapat membantu mengurangi risiko infeksi. Dengan mengenali perbedaannya sejak dini, Anda bisa mengambil langkah tepat untuk menjaga kesehatan pernapasan.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment