Rahasia Lari Singkat yang Bisa Bikin Tubuh Lebih Sehat dan Awet Muda

25 September 2025 11:52
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Bahkan, penelitian menunjukkan hanya dengan 18 menit sprint interval sebanyak tiga kali seminggu, tubuh sudah bisa merasakan manfaat kesehatan yang nyata.

Sahabat.com - Berlari selalu jadi olahraga favorit karena manfaatnya sangat luas, mulai dari menurunkan risiko penyakit, menjaga kesehatan mental, sampai memperlambat proses penuaan biologis. 

Namun banyak orang sering mengeluh tidak punya cukup waktu untuk lari. Kabar baiknya, ada cara sederhana yang bisa membuat manfaat lari jadi lebih maksimal dalam waktu yang jauh lebih singkat: interval running.

Interval running adalah gaya latihan dengan intensitas tinggi yang dilakukan secara selang-seling. Caranya cukup mudah, misalnya berlari santai sebentar lalu disusul dengan lari cepat hanya beberapa detik. 

Pola ini bisa dilakukan dengan metode 10-20-30, yaitu 30 detik jalan atau jogging, 20 detik lari sedang, lalu 10 detik sprint. Cara lain yang populer adalah fartlek, yaitu menyelipkan sprint singkat di sela jogging santai.

Menurut Christopher Gaffney, Senior Lecturer in Integrative Physiology dari Lancaster University, interval running terbukti meningkatkan kebugaran kardiovaskular lebih cepat dibanding lari dengan kecepatan stabil. 

Bahkan, penelitian menunjukkan hanya dengan 18 menit sprint interval sebanyak tiga kali seminggu, tubuh sudah bisa merasakan manfaat kesehatan yang nyata.

Manfaat interval running bukan hanya membuat jantung lebih kuat, tapi juga meningkatkan metabolisme, membantu menurunkan lemak terutama lemak berbahaya di sekitar organ, serta menurunkan tekanan darah dan kolesterol jahat. 

Selain itu, metode ini lebih efektif dalam menjaga kestabilan gula darah, sehingga bisa menurunkan risiko diabetes tipe 2.

Jika ingin mencoba, Anda bisa mulai dengan cara sederhana. Saat berlari di luar ruangan, coba sprint dari satu tiang lampu ke tiang berikutnya, lalu jalan atau jogging untuk pemulihan. 

Di gym, manfaatkan treadmill dengan program interval yang sudah tersedia. Intinya, usahakan detak jantung mendekati 90% dari kapasitas maksimal saat sprint, lalu beri waktu istirahat sebelum mengulang. Namun, jika Anda sudah lama tidak aktif, jangan langsung memaksakan diri. 

Konsultasikan dulu dengan dokter, terutama jika punya kondisi medis tertentu. Sebab, latihan intensitas tinggi bisa memengaruhi kadar gula darah, khususnya pada penderita diabetes.

Hal kecil seperti menambah sprint singkat di sela jogging ternyata bisa memberi perubahan besar. Dalam dua hingga tiga bulan, manfaatnya sudah mulai terasa. 

Bahkan jika tidak sempat melakukan sprint, cukup mencoba metode 10-20-30 atau bergantian lari dan jalan tetap bisa memberi efek luar biasa untuk kesehatan tubuh.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment