Rahasia Mengejutkan: Bahan Makanan Sehari-hari Ini Bisa Merusak Otak dan Picu Tekanan Darah Tinggi

29 Agustus 2025 14:39
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Sebuah penelitian terbaru dari McGill University menemukan bahwa konsumsi garam berlebihan bukan hanya mengganggu ginjal seperti yang selama ini diyakini, tetapi juga bisa memicu peradangan di otak yang akhirnya meningkatkan tekanan darah.

Sahabat.com - Sahabat, siapa sangka bahwa garam yang setiap hari kita temui di meja makan ternyata bisa jadi biang keladi masalah serius di otak kita? 

Sebuah penelitian terbaru dari McGill University menemukan bahwa konsumsi garam berlebihan bukan hanya mengganggu ginjal seperti yang selama ini diyakini, tetapi juga bisa memicu peradangan di otak yang akhirnya meningkatkan tekanan darah.

Penelitian yang dipimpin oleh ilmuwan Masha Prager-Khoutorsky ini menunjukkan bukti baru bahwa hipertensi dapat berawal dari otak. 

“Ini adalah bukti baru bahwa tekanan darah tinggi bisa berasal dari otak, sehingga membuka peluang untuk menemukan terapi yang bekerja langsung pada otak,” jelas Prager-Khoutorsky, Associate Professor di Departemen Fisiologi McGill.

Hipertensi sendiri merupakan salah satu masalah kesehatan paling besar di dunia. Hampir dua pertiga orang berusia di atas 60 tahun mengalaminya, dan setiap tahun diperkirakan menyebabkan 10 juta kematian secara global. Lebih parah lagi, banyak penderita tidak merasakan gejala jelas hingga akhirnya mengalami komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung.

Dalam penelitian ini, tikus percobaan diberi air dengan kadar garam dua persen—setara dengan pola makan tinggi fast food seperti mi instan, bacon, atau keju olahan. 

Hasilnya, sel imun di otak langsung aktif, memicu peradangan dan lonjakan hormon vasopresin yang berfungsi menaikkan tekanan darah. Dengan teknologi pencitraan otak mutakhir, para peneliti bisa melihat proses ini secara langsung. 

“Peran otak dalam hipertensi selama ini sering diabaikan karena sulit dipelajari, tapi kini dengan teknik baru kita bisa melihatnya dengan jelas,” tambah Prager-Khoutorsky.

Menariknya, penelitian ini menggunakan tikus, bukan mencit, karena cara tubuh tikus mengatur garam dan air lebih mirip manusia. Hal ini membuat temuan mereka lebih relevan terhadap kondisi manusia. 

Para ilmuwan kini berencana meneliti apakah proses serupa juga terjadi pada jenis hipertensi lain yang sering tidak mempan diatasi dengan obat-obatan konvensional.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neuron ini membawa harapan baru bahwa memahami peran otak bisa menjadi kunci untuk mengatasi kasus hipertensi yang selama ini sulit ditangani. 

Jadi, sahabat, mungkin sudah saatnya kita lebih bijak mengurangi konsumsi makanan tinggi garam agar otak dan jantung tetap sehat.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment