Sahabat.com - Baru-baru ini ramai soal penggunaan 'talc' pada bedak bayi tabur yang disebut bisa memicu risiko kanker. Terkait kabar itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI buka suara.
Koordinator Humas BPOM RI Eka Rosmalasari meyakinkan masyarakat tidak perlu khawatir dengan penggunaan seluruh produk yang telah mendapat izin penjualan dari badan tersebut.
“Produk yang saat ini disetujui untuk dijual oleh BPOM telah memenuhi persyaratan keamanan, kepraktisan, dan mutu,” kata Eka.
Kabar ini sebelumnya juga sempat disoroti Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Ia mengaku belum mendalami apakah produk bedak bayi terdampak di Indonesia.
"Saya sedang ngobrol dengan Bu Rizka (Kepala BPOM RI) karena masih perlu penjelasan. Apa itu bedak bayi tabur di Indonesia?'' kata Pak Budi kepada wartawan.
Memo dari Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC), bagian penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan bahwa kasus kanker kandung kemih meningkat pada orang yang menggunakan bedak bayi "talc".
Namun hubungan keduanya memerlukan analisis lebih lanjut.
Talk terbukti meningkatkan frekuensi neoplasma ganas pada wanita berdasarkan penelitian pada hewan atau penelitian pada tikus.
“Setelah melakukan tinjauan menyeluruh terhadap literatur ilmiah yang tersedia, kelompok kerja yang terdiri dari 29 ahli internasional telah mengklasifikasikan talk sebagai berpotensi karsinogenik bagi manusia,” IARC melaporkan.
0 Komentar
Sayuran Aneh Ini Ternyata Rahasia Sehat Usus, Kaya Prebiotik dan Bikin Kenyang Lebih Lama!
Tekanan Darah Tinggi Bisa Turun Alami, Ini Daftar Makanan Sehari-hari yang Direkomendasikan Ahli
Minum Vitamin Ini Disebut Bisa Bikin Umur Lebih Panjang, Benarkah?
Rutin Minum Kopi atau Teh Bisa Cegah Demensia? Ini Temuan Peneliti yang Bikin Lega
Dokter Ungkap Trik Simpel Turunkan Gula Darah Secara Alami, Bisa Langsung Dicoba di Rumah
Tanpa Disadari, 4 Makanan Sehari-hari Ini Bisa Merusak Kesehatan Ususmu
Leave a comment