Sering Lupa Saat Stres di Usia 40-an? Ternyata Ini Penyebabnya Menurut Ahli

08 Juli 2026 13:22
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi seseorang tampak berpikir dan memegang kepala akibat stres, yang dapat memengaruhi daya ingat, terutama pada usia paruh baya.

Sahabat.com - Merasa lebih sering lupa menaruh kunci, lupa membeli kebutuhan penting saat belanja, atau tiba-tiba lupa tujuan masuk ke sebuah ruangan? Jika hal itu semakin sering terjadi, terutama saat memasuki usia 40 hingga 50 tahun, penyebabnya bisa jadi bukan sekadar faktor usia, melainkan stres berkepanjangan.

Para ahli menjelaskan bahwa stres kronis memicu peningkatan hormon kortisol di dalam tubuh. Dalam kadar normal, kortisol membantu tubuh merespons tekanan. Namun jika terus-menerus tinggi, hormon ini dapat mengganggu cara otak menyimpan dan mengingat informasi. Akibatnya, seseorang menjadi lebih mudah lupa, sulit mengingat hal baru, hingga kesulitan mengakses ingatan lama.

Perubahan hormon yang terjadi pada masa paruh baya juga memperburuk kondisi tersebut. Pada perempuan, kadar estrogen mulai menurun saat memasuki masa perimenopause sehingga fungsi otak dan daya ingat ikut terpengaruh. Sementara pada pria, penurunan testosteron yang terjadi secara bertahap setelah usia 35 tahun dikaitkan dengan meningkatnya risiko penurunan fungsi kognitif.

"Stres kronis memicu peningkatan kadar hormon kortisol yang dapat mengganggu fungsi memori," demikian penjelasan yang telah ditinjau secara medis oleh psikolog Geralyn Dexter, PhD, LMHC.

Meski sesekali lupa merupakan hal yang normal, ada beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan, seperti berulang kali mengajukan pertanyaan yang sama, sering tersesat di tempat yang sudah dikenal, kesulitan mengikuti petunjuk, sering kehilangan barang tanpa bisa menemukannya kembali, atau mulai kesulitan menyelesaikan aktivitas sehari-hari.

Kabar baiknya, ada sejumlah kebiasaan sederhana yang terbukti membantu menjaga daya ingat sekaligus menurunkan kadar kortisol. Aktivitas fisik secara rutin, terutama olahraga kardio, dapat meningkatkan kesehatan otak. Tidur yang cukup dan berkualitas juga berperan penting dalam memperkuat memori. Selain itu, latihan mindfulness selama sekitar 10 menit setiap hari, teknik pernapasan dalam, yoga, hingga relaksasi otot progresif dapat membantu tubuh lebih rileks dan mengurangi dampak stres.

Jika gangguan daya ingat mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah keluhan tersebut berkaitan dengan stres atau disebabkan kondisi medis lain, seperti gangguan tiroid, kekurangan nutrisi, maupun gangguan tidur.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment