Studi Terbaru: Vape Ternyata Sama Berbahayanya dengan Rokok, Kebugaran Anak Muda Turun hingga 15%

15 Juli 2026 14:27
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi rokok elektrik (vape) dan rokok konvensional yang sama-sama dikaitkan dengan penurunan kebugaran serta gangguan kesehatan paru-paru pada anak muda.

Sahabat.com - Anggapan bahwa vape lebih aman dibanding rokok kembali dipertanyakan. Sebuah penelitian terbaru dari Inggris menemukan bahwa anak muda yang menggunakan rokok elektrik memiliki tingkat kebugaran yang menurun hampir sama dengan perokok aktif.

Penelitian yang dipimpin Manchester Metropolitan University dan dipublikasikan dalam jurnal *ERJ Open Research* melibatkan 75 peserta berusia 18 hingga 30 tahun. Para peserta dibagi menjadi tiga kelompok, yakni mereka yang tidak pernah merokok atau menggunakan vape, perokok aktif yang tidak pernah memakai vape, serta pengguna vape selama sekitar tiga tahun yang tidak pernah merokok.

Seluruh peserta memiliki fungsi paru-paru normal saat istirahat, gaya hidup yang hampir sama, termasuk aktivitas fisik, konsumsi kafein, dan alkohol. Mereka kemudian menjalani tes bersepeda dengan intensitas bertahap untuk mengukur kemampuan jantung, pernapasan, serta kadar asam laktat hingga mencapai kemampuan maksimal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik pengguna vape maupun perokok mengalami penurunan kebugaran dan kemampuan menyerap oksigen sekitar 15 persen dibanding kelompok yang tidak pernah merokok maupun menggunakan vape.

"Pada orang dewasa muda yang sehat dengan paru-paru normal, baik vape maupun rokok menyebabkan penurunan kemampuan berolahraga, sesak napas, serta kelelahan berat pada otot kaki," ujar Dr. Azmy Faisal, dosen senior Fisiologi Kardiorespirasi di Manchester Metropolitan University.

Selain itu, pemeriksaan darah dan USG menunjukkan adanya tanda-tanda peradangan pada pembuluh darah di kedua kelompok. Efisiensi kerja paru-paru juga menurun sehingga asam laktat lebih cepat menumpuk saat berolahraga. Kondisi tersebut membuat pengguna vape maupun perokok lebih mudah mengalami sesak napas dan nyeri pada kaki ketika beraktivitas fisik.

"Seperti halnya merokok, penelitian kami menunjukkan bahwa vape dapat menyebabkan perubahan berbahaya pada pembuluh darah, menurunkan efisiensi paru saat berolahraga, dan mengurangi tingkat kebugaran sekitar 15 persen dibanding orang yang tidak pernah merokok atau menggunakan vape," kata Dr. Faisal.

Ia menambahkan bahwa temuan ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat, tenaga kesehatan, dan pembuat kebijakan mengenai risiko penggunaan vape, terutama di kalangan anak muda yang sebelumnya tidak pernah merokok.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment