Tanda Awal Kanker Kandung Kemih yang Sering Diabaikan

09 April 2026 12:05
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi seorang wanita di toilet, salah satu momen ketika gejala awal kanker kandung kemih bisa terlihat.

Sahabat.com - Kanker kandung kemih mungkin bukan penyakit yang sering masuk dalam daftar kekhawatiran utama banyak orang. Namun, memahami tanda awalnya bisa menjadi langkah penting untuk mendeteksi lebih dini dan meningkatkan peluang kesembuhan. Para dokter mengungkapkan bahwa ada satu gejala utama yang sering diabaikan, padahal bisa menjadi sinyal awal yang sangat penting.

Kanker ini lebih sering terjadi pada pria, tetapi bukan berarti wanita terbebas dari risiko. Faktanya, ribuan wanita juga didiagnosis setiap tahunnya. Banyak orang masih memiliki anggapan bahwa kanker kandung kemih hanya menyerang pria lanjut usia, padahal kenyataannya tidak sesederhana itu.

Jenis kanker kandung kemih yang paling umum adalah urothelial carcinoma, yang berkembang dari lapisan dalam saluran kemih. Lapisan ini memiliki kemampuan unik untuk meregang dan menyusut saat kandung kemih terisi dan kosong, sehingga rentan terhadap perubahan sel abnormal.

Gejala nomor satu yang harus diwaspadai adalah munculnya darah dalam urine tanpa rasa sakit, atau yang dikenal sebagai hematuria tanpa nyeri. Kondisi ini sering kali terjadi tiba-tiba, bisa hilang, lalu muncul kembali beberapa hari atau minggu kemudian. “Ini adalah tanda peringatan karena kondisi seperti infeksi saluran kemih atau batu ginjal biasanya disertai rasa nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil,” jelas Dr. Ramkishen Narayanan.

Berbeda dengan infeksi biasa, tumor kandung kemih sering kali tidak menimbulkan rasa sakit pada tahap awal. Selain itu, gejala lain seperti sering buang air kecil atau merasa ingin buang air terus-menerus tanpa adanya infeksi juga patut diwaspadai, terutama jika memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga atau kebiasaan merokok.

Deteksi dini menjadi kunci utama. Ketika kanker ditemukan sebelum menyebar, tingkat kelangsungan hidup bisa mencapai angka yang sangat tinggi. Karena itu, penting untuk tidak mengabaikan perubahan sekecil apa pun pada tubuh. Jika ada sesuatu yang terasa tidak biasa, segera periksakan diri ke dokter.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment