Teknologi 3D Printing Ini Bisa Cetak Tumor Ginjal Pasien untuk Temukan Obat yang Tepat

12 Agustus 2025 22:38
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Biofabrication ini memanfaatkan teknologi 3D bioprinting untuk mencetak tumor yang meniru karakteristik nyata dari setiap pasien, termasuk struktur pembuluh darah buatan yang menyerupai kondisi di dalam tubuh.

Sahabat.com - Peneliti dari Universitas Tsinghua berhasil mengembangkan metode unik untuk menumbuhkan tumor ginjal di laboratorium menggunakan sel asli dari pasien. 

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Biofabrication ini memanfaatkan teknologi 3D bioprinting untuk mencetak tumor yang meniru karakteristik nyata dari setiap pasien, termasuk struktur pembuluh darah buatan yang menyerupai kondisi di dalam tubuh.

Tumor buatan ini, yang disebut organoid, benar-benar meniru sifat tumor asli sehingga memberi platform penelitian yang jauh lebih akurat untuk mempelajari perkembangan kanker dan menguji berbagai terapi. 

Teknologi ini mengurangi proses manual yang rumit dan memungkinkan pengujian dilakukan lebih cepat serta dalam skala besar.
Kasus kanker ginjal atau renal cell carcinoma terus meningkat setiap tahun dan menjadi ancaman serius bagi kesehatan. 

Tantangan terbesarnya adalah banyak pasien tidak merespons kemoterapi, sementara obat targeted therapy memiliki efek yang berbeda-beda pada setiap orang. Perbedaan karakter tumor dan perubahan genetik seiring waktu membuat pengobatan sering gagal, memicu resistansi obat, dan meningkatkan risiko kambuh.

Model laboratorium yang ada saat ini sering kali tidak akurat, sehingga sulit menguji terapi yang realistis. Namun, dengan pendekatan 3D bioprinting ini, organoid yang dihasilkan mempertahankan sifat asli tumor, memungkinkan peneliti menguji berbagai pilihan pengobatan dengan cepat sebelum diterapkan ke pasien.

“Metode baru ini bisa sangat meningkatkan cara kita mempelajari kanker ginjal dan mengembangkan perawatan yang dipersonalisasi untuk pasien. Produksi organoid yang cepat akan mempersingkat waktu menemukan terapi yang paling tepat,” ujar Dr. Yuan Pang, salah satu penulis studi.

Penemuan ini memberi harapan besar bahwa di masa depan, pasien kanker ginjal dapat langsung mendapatkan terapi yang paling sesuai tanpa membuang waktu dan biaya untuk pengobatan yang kurang efektif.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment