Udara Kotor dari Polusi Lalu Lintas Ternyata Bisa Picu Tumor Otak Jinak

12 Agustus 2025 16:27
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Penelitian yang diterbitkan di Neurology Clinical Practice ini melibatkan hampir 4 juta orang dewasa selama 21 tahun, dan menemukan bahwa paparan jangka panjang terhadap polusi udara, khususnya partikel ultrahalus dari kendaraan, dapat meningkatkan risiko berkembangnya tumor ini.

Sahabat.com - Polusi udara akibat lalu lintas kini kembali menjadi sorotan setelah sebuah studi besar di Denmark menemukan kaitannya dengan peningkatan risiko meningioma, tumor otak jinak yang tumbuh di lapisan pelindung otak dan sumsum tulang belakang. 

Penelitian yang diterbitkan di Neurology Clinical Practice ini melibatkan hampir 4 juta orang dewasa selama 21 tahun, dan menemukan bahwa paparan jangka panjang terhadap polusi udara, khususnya partikel ultrahalus dari kendaraan, dapat meningkatkan risiko berkembangnya tumor ini.

Penulis studi, Ulla Hvidtfeldt, PhD, dari Danish Cancer Institute di Kopenhagen, menjelaskan, “Banyak bentuk polusi udara telah terbukti berdampak buruk pada kesehatan, dan partikel ultrahalus cukup kecil untuk menembus penghalang darah-otak sehingga dapat memengaruhi jaringan otak secara langsung. Temuan kami menunjukkan bahwa paparan lama terhadap polusi lalu lintas dan sumber lainnya mungkin berkontribusi pada perkembangan meningioma.”

Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap peningkatan paparan partikel ultrahalus sebanyak 5.747 partikel per sentimeter kubik meningkatkan risiko meningioma sebesar 10%. Untuk partikel halus PM2.5, setiap kenaikan 4 mikrogram per meter kubik meningkatkan risiko sebesar 21%. 

Paparan nitrogen dioksida dari emisi kendaraan meningkatkan risiko 12% setiap kenaikan 8,3 mikrogram per meter kubik, sementara karbon elementer dari diesel menaikkan risiko 3% per kenaikan 0,4 mikrogram per meter kubik.

Menariknya, polusi udara tidak menunjukkan kaitan yang kuat dengan tumor otak ganas seperti glioma, namun peneliti menegaskan bahwa pencegahan tetap penting. 

“Penelitian tentang dampak partikel ultrahalus masih dalam tahap awal, tetapi jika membersihkan udara dapat menurunkan risiko tumor otak, itu akan sangat bermanfaat bagi kesehatan masyarakat,” tambah Hvidtfeldt.

Meski studi ini mengandalkan data kualitas udara di sekitar rumah peserta dan tidak memperhitungkan semua sumber paparan pribadi seperti udara di tempat kerja atau di dalam ruangan, temuan ini memperkuat bukti bahwa polusi udara tak hanya berbahaya bagi jantung dan paru-paru, tetapi juga otak.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment