Vaksin Tanpa Jarum, Cukup Lewat Benang Gigi? Penelitian Ini Bikin Kaget!

12 Agustus 2025 10:55
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Peneliti dari North Carolina State University menemukan cara unik memberikan vaksin melalui jaringan gusi, tepat di area pertemuan gigi dan gusi yang disebut junctional epithelium.

Sahabat.com - Bayangkan kalau vaksin tidak lagi perlu jarum suntik, melainkan cukup lewat benang gigi.

Peneliti dari North Carolina State University menemukan cara unik memberikan vaksin melalui jaringan gusi, tepat di area pertemuan gigi dan gusi yang disebut junctional epithelium.

Area ini sangat permeabel sehingga bisa memicu sistem kekebalan tubuh membentuk antibodi langsung di permukaan mukosa seperti hidung dan paru-paru, yaitu titik masuk utama banyak virus.

Metode ini diuji pada hewan dengan cara melapisi benang gigi menggunakan vaksin, lalu mengaplikasikannya di sela gigi dan gusi. Hasilnya, tubuh menghasilkan lebih banyak antibodi pada lapisan mukosa dibanding metode vaksin oral biasa yang menaruh vaksin di bawah lidah.

“Ketika vaksin diberikan lewat permukaan mukosa, antibodi terbentuk tidak hanya di aliran darah tetapi juga langsung di lapisan mukosa. Ini memberi pertahanan tambahan sebelum patogen masuk ke tubuh,” ujar Harvinder Singh Gill, Profesor Nanomedis di NC State University.

Keunggulan area junctional epithelium adalah kemampuannya menembus sistem kekebalan tanpa risiko vaksin mencapai otak seperti pada vaksin semprot hidung. Uji coba membandingkan tiga tipe vaksin — protein, virus yang diinaktivasi, dan mRNA — menunjukkan respons antibodi yang kuat di seluruh tubuh dan lapisan mukosa.

Bahkan, makan atau minum setelah vaksinasi model ini tidak mengurangi efektivitasnya.

Untuk mempermudah, para peneliti mengganti benang gigi biasa dengan floss pick (benang gigi dengan gagang) yang dilapisi pewarna makanan sebagai simulasi. Dari uji pada 27 relawan, sekitar 60% pewarna berhasil masuk ke kantong gusi, menunjukkan metode ini bisa diaplikasikan secara praktis.

“Ini solusi menjanjikan untuk orang yang takut jarum suntik, mudah digunakan, dan biayanya setara metode vaksin lainnya,” tambah Gill.

Meski belum bisa diterapkan pada bayi atau orang tanpa gigi, serta perlu penelitian lebih lanjut pada penderita penyakit gusi, para ilmuwan optimis metode ini akan berlanjut ke uji klinis. Kalau berhasil, masa depan vaksin mungkin akan semudah membersihkan gigi setiap hari.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment