Sahabat.com - Kehamilan sering dianggap sebagai fase penuh perubahan tubuh, mulai dari mudah lelah, mual, hingga gangguan pencernaan. Namun bagi Kate Cross dan Jenna Scott, gejala yang mereka alami ternyata bukan sekadar efek kehamilan biasa. Keduanya justru didiagnosis kanker usus besar setelah berulang kali merasa keluhannya diabaikan tenaga medis.
Saat hamil di usia 31 tahun, Kate Cross mulai menyadari adanya darah pada tinja, tubuh yang terus lemas, serta kekurangan zat besi hingga harus menjalani transfusi darah demi mendukung kehamilannya. Sayangnya, setiap kali berkonsultasi, ia selalu mendapat jawaban yang sama dari dokter kandungan. “Ini memang normal saat hamil,” begitu yang terus ia dengar.
Cross akhirnya memilih percaya dan berpikir kehamilan memang seberat itu. Hal serupa juga dialami Jenna Scott menjelang persalinan. Ia mengalami kram perut hebat, pendarahan pada rektum, mual, hingga muntah. Dokter menganggap gejala tersebut hanya wasir akibat kehamilan dan tekanan bayi pada organ tubuhnya.
Namun kenyataannya jauh lebih serius. Dalam waktu kurang dari satu tahun setelah melahirkan, keduanya divonis kanker usus besar.
“Melihat ke belakang, mereka benar-benar tidak menganggap saya serius,” kata Scott. Ia mengaku kecewa karena semua gejalanya selalu dikaitkan dengan kehamilan tanpa pemeriksaan lanjutan.
Setelah melahirkan, kondisi Cross tak juga membaik. Ia masih mengalami BAB berdarah dan kesulitan buang air besar selama berbulan-bulan. Scott bahkan mengalami pendarahan berat selama 18 hari berturut-turut. Dokter masih menyebut kondisinya hanya perubahan hormon pasca operasi caesar.
Hingga akhirnya Scott bertemu dokter lain yang mendengarkan keluhannya dengan serius dan merujuknya menjalani kolonoskopi. Hasilnya mengejutkan. Ia didiagnosis kanker usus stadium empat yang telah menyebar ke hati dan paru-paru. Sementara Cross didiagnosis kanker usus stadium tiga saat anaknya baru berusia enam bulan.
Dokter Cedrek McFadden dari Colorectal Cancer Alliance menjelaskan gejala kanker usus memang sering mirip dengan keluhan kehamilan, seperti sembelit, anemia, kelelahan, hingga pendarahan. Namun menurutnya, pendarahan rektum yang terus terjadi tidak boleh dianggap sepele hanya karena pasien sedang hamil.
“Kanker kolorektal pada usia muda kini sudah tidak bisa lagi dianggap langka,” ujarnya.
Kini Cross dinyatakan bebas kanker selama tiga tahun setelah menjalani kemoterapi, radiasi, dan beberapa operasi. Sementara Scott masih harus menjalani pengobatan karena kankernya terus kambuh. Ia pun mengingatkan perempuan untuk lebih peka terhadap tubuh sendiri dan tidak ragu mencari opini kedua jika merasa ada yang tidak beres.
0 Komentar
Sering Kembung dan Sembelit? Ahli Ungkap Kesalahan Pola Makan yang Sering Dilakukan Pria
Susah Tidur Saat Menginap di Tempat Baru? Ternyata Ada Alasannya, Ini yang Terjadi pada Otak
Blueberry Vs Anggur, Mana yang Lebih Sehat? Ini Buah yang Unggul dalam Vitamin dan Serat
7 Minuman Energi Dibandingkan, Mana yang Paling Tinggi Kafein dan Gula?
Nonton Olahraga Ternyata Bisa Bikin Bahagia, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan Mental
Leave a comment