Waspada! 5 Faktor Ini Bisa Picu Stroke Berulang Bertahun-Tahun Setelah Serangan Pertama

06 April 2026 14:12
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi pria lansia memegang dada dan kepala akibat gejala stroke ringan di rumah.

Sahabat.com - Banyak orang mengira risiko stroke akan hilang setelah masa pemulihan awal, namun penelitian terbaru justru mengungkap fakta mengejutkan. Risiko stroke ternyata bisa bertahan hingga bertahun-tahun, bahkan setelah serangan ringan atau yang dikenal sebagai mini stroke.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Circulation oleh American Heart Association menemukan bahwa seseorang yang pernah mengalami transient ischemic attack (TIA) tetap memiliki peluang tinggi mengalami stroke kembali hingga 10 tahun ke depan. Penelitian ini melibatkan lebih dari 86 ribu partisipan dengan usia rata-rata 69 tahun, dan hasilnya menunjukkan bahwa risiko tersebut tidak bisa dianggap remeh.

Ada lima faktor utama yang disebut mampu memprediksi kemungkinan stroke berulang. Tekanan darah tinggi menjadi faktor paling dominan yang masih bisa dikendalikan. Kebiasaan merokok juga terbukti meningkatkan risiko hingga dua kali lipat. Selain itu, jenis stroke tertentu seperti cardioembolism—yang terjadi akibat bekuan darah dari jantung ke otak—memiliki potensi kekambuhan yang tinggi.

Penumpukan plak di arteri besar atau atherosclerosis juga menjadi pemicu serius karena dapat menghambat aliran darah ke otak. Sementara itu, kerusakan pembuluh darah kecil akibat penuaan dan hipertensi kronis ikut berkontribusi dalam meningkatkan risiko jangka panjang.

Seorang ahli kardiologi, Bibhu D. Mohanty, menyebut penelitian ini sebagai analisis yang menarik dan penting. “Ini membantu kita memahami siapa saja yang berisiko tinggi dan langkah apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa kesehatan jantung dan otak saling berkaitan erat.

Menurutnya, pendekatan kolaboratif antara dokter jantung dan saraf sangat penting dalam menangani pasien dengan risiko stroke. Dengan memahami faktor risiko sejak dini, langkah pencegahan bisa dilakukan lebih tepat sasaran.

Gaya hidup sehat seperti berhenti merokok, menjaga tekanan darah, dan rutin memeriksakan kesehatan menjadi kunci utama untuk menekan risiko stroke berulang. Kesadaran ini penting agar kualitas hidup tetap terjaga dalam jangka panjang.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment