Sahabat.com - Banyak orang rutin memantau kesehatan jantung atau kadar gula darah, tetapi jarang benar-benar memahami kondisi hati mereka. Padahal, organ ini punya peran vital dalam menyaring racun, mengolah nutrisi, hingga menyimpan energi. Sayangnya, kerusakan hati sering terjadi tanpa disadari hingga akhirnya terdiagnosis dalam kondisi yang sudah cukup serius.
“Penyakit hati merujuk pada kondisi yang menyebabkan kerusakan berkelanjutan pada organ hati dan dapat mengganggu fungsi penting tubuh,” ujar Dr. Joseph Lim. Ia menjelaskan bahwa hati berperan dalam metabolisme, produksi protein penting, hingga membantu pencernaan lemak.
Ada beberapa jenis penyakit hati yang umum terjadi, mulai dari akibat konsumsi alkohol berlebih, perlemakan hati yang berkaitan dengan obesitas dan diabetes, infeksi virus seperti hepatitis B dan C, gangguan autoimun, hingga faktor genetik.
Gejala penyakit hati sering kali terlihat sepele. Rasa lelah berkepanjangan menjadi salah satu tanda paling umum, akibat menurunnya kemampuan hati mengolah energi dan membuang racun. Selain itu, perubahan warna kulit dan mata menjadi kekuningan (jaundice) juga perlu diwaspadai. Perut yang membengkak, mual, penurunan nafsu makan, hingga kulit terasa gatal tanpa sebab jelas bisa menjadi sinyal tubuh sedang bermasalah.
Menurut Dr. Ritu Nahar, beberapa gejala bahkan lebih sulit dikenali. “Brain fog atau sulit fokus bisa terjadi akibat peradangan dan perubahan metabolik, namun sering disalahartikan sebagai stres,” jelasnya. Gangguan tidur, nyeri sendi, dan rasa lelah yang datang dan pergi juga kerap dianggap hal biasa.
Risiko penyakit hati meningkat seiring bertambahnya usia. Karena itu, penting menjaga gaya hidup sehat sejak dini. Mengatur pola makan rendah gula dan lemak, rutin berolahraga setidaknya 150 menit per minggu, serta membatasi konsumsi alkohol menjadi langkah sederhana yang berdampak besar.
Yang tak kalah penting, hindari konsumsi suplemen sembarangan tanpa konsultasi dokter. Beberapa produk herbal justru bisa memicu kerusakan hati jika tidak digunakan dengan tepat.
Menjaga kesehatan hati bukan hal rumit, tetapi membutuhkan kesadaran. Mengenali gejala sejak awal dan melakukan perubahan kecil dalam gaya hidup bisa menjadi kunci untuk mencegah komplikasi serius di masa depan.
0 Komentar
Dokter Bongkar Trik 60 Detik Redakan Asam Lambung Naik Tanpa Obat, Cukup Tarik Napas dan Minum Air!
Telur Retak Masih Aman Dimakan? Jawaban Ahli Ini Bisa Bikin Anda Langsung Buang dari Kulkas
Kanker Prostat Joe Biden Terlambat Terdeteksi, Dokter Ungkap Alasan yang Jarang Disadari Pria Lansia
Rahasia Panjang Umur! 3 Ahli Gizi Ungkap Roti Paling Sehat yang Diam-Diam Bikin Tubuh Awet Muda
Leave a comment