Sahabat.com - Kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Laporan Cancer Facts & Figures 2025 dari American Cancer Society (ACS) memperkirakan terdapat sekitar 2 juta kasus kanker baru di Amerika Serikat sepanjang 2025, dengan lebih dari 618 ribu kematian akibat penyakit tersebut.
Data tersebut menunjukkan bahwa peluang bertahan hidup sangat dipengaruhi oleh seberapa cepat kanker terdeteksi. Bahkan, jenis kanker yang paling mematikan juga berbeda antara pria dan wanita.
Pada kelompok pria, ACS memperkirakan sekitar 323.900 kematian akibat kanker sepanjang 2025 atau rata-rata 887 orang meninggal setiap hari. Lima jenis kanker dengan angka kematian tertinggi adalah kanker paru dan bronkus sebanyak 64.190 kasus, kanker prostat 35.770 kasus, kanker usus besar dan rektum 28.900 kasus, kanker pankreas 27.050 kasus, serta kanker hati dan saluran empedu intrahepatik sebanyak 19.250 kasus.
Laporan tersebut mencatat bahwa kanker paru, prostat, serta kanker usus besar menyumbang sekitar 40 persen dari seluruh kematian akibat kanker pada pria. Sementara itu, kanker pankreas dan kanker hati sering kali baru diketahui ketika penyakit sudah berada pada stadium lanjut sehingga peluang pengobatan menjadi lebih kecil.
Pada wanita, jumlah kematian akibat kanker diperkirakan mencapai 294.220 kasus atau sekitar 806 kematian setiap hari. Kanker paru dan bronkus menjadi penyebab kematian tertinggi dengan 60.540 kasus, diikuti kanker payudara sebanyak 42.170 kasus, kanker pankreas 24.930 kasus, kanker usus besar dan rektum 24.000 kasus, serta kanker rahim sebanyak 13.860 kasus.
Menariknya, kanker paru masih menjadi penyebab kematian nomor satu pada wanita, melampaui kanker payudara. Menurut ACS, kondisi ini berkaitan dengan meningkatnya kebiasaan merokok pada perempuan sejak pertengahan abad ke-20 yang dampaknya baru terlihat beberapa dekade kemudian.
Beberapa jenis kanker juga hampir hanya menyerang salah satu jenis kelamin. Kanker prostat hanya menyebabkan kematian pada pria, sedangkan kanker rahim dan kanker ovarium hanya ditemukan pada wanita. Untuk kanker payudara, meski identik dengan perempuan, ACS mencatat masih ada sekitar 510 pria yang meninggal akibat penyakit tersebut pada 2025.
Di sisi lain, terdapat beberapa jenis kanker yang memiliki angka kematian hampir seimbang pada pria dan wanita. Kanker pankreas, kanker usus besar dan rektum, limfoma non-Hodgkin, serta leukemia menjadi contoh penyakit yang menyerang kedua kelompok dengan tingkat kematian yang relatif serupa.
ACS menegaskan bahwa setidaknya 40 persen kasus kanker baru sebenarnya berpotensi dicegah melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Organisasi tersebut juga merekomendasikan skrining kanker usus besar mulai usia 45 tahun, mammografi bagi perempuan sesuai kelompok usia dan risiko, tes HPV untuk deteksi kanker serviks, CT scan dosis rendah bagi perokok berisiko tinggi, serta pemeriksaan prostat berdasarkan konsultasi dengan tenaga kesehatan.
Deteksi dini tetap menjadi langkah paling efektif untuk meningkatkan peluang kesembuhan. Semakin cepat kanker ditemukan, semakin besar pula kemungkinan pengobatan berjalan optimal dan risiko kematian dapat ditekan.
0 Komentar
Studi Ungkap Makanan Fermentasi Lebih Ampuh Sehatkan Usus daripada Tinggi Serat, Benarkah?
Kapan Bayi Boleh Sleep Training? Pakar Ungkap Usia Ideal dan Cara Aman agar Tidur Nyenyak
Jangan Anggap Sepele! Cepat Lelah Meski Tidur Cukup Bisa Jadi Tanda Tubuh Kekurangan Zat Besi
Pakar Gizi Ungkap Jam Makan Malam Terbaik, Bisa Bantu Turunkan Berat Badan dan Tidur Lebih Nyenyak
Jangan Anggap Sepele Diare Berair, Bisa Jadi Gejala Cyclosporiasis yang Sedang Merebak
5 Jenis Kanker Paling Mematikan pada Pria dan Wanita, Kanker Paru Masih Jadi Pembunuh Nomor Satu
Leave a comment