Mata Sering Berair? Bisa Jadi Bukan Alergi, tapi Tanda Penyakit Mata Kering

16 Juli 2026 14:01
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi seorang perempuan mengusap mata yang terasa perih akibat gejala mata kering atau dry eye disease.

Sahabat.com - Banyak orang mengira mata berair selalu disebabkan oleh alergi atau iritasi ringan. Padahal, kondisi tersebut justru bisa menjadi salah satu tanda penyakit mata kering (dry eye disease) yang sering luput dikenali.

Penyakit mata kering terjadi ketika permukaan mata tidak mendapatkan lapisan air mata yang cukup untuk menjaga kelembapan dan kenyamanan. Kondisi ini bahkan dialami jutaan orang di seluruh dunia dan kerap disalahartikan sebagai gangguan mata biasa.

Dokter spesialis mata Dr. Krishna Surapaneni menjelaskan bahwa air mata bukan sekadar cairan biasa. Menurutnya, air mata terdiri dari tiga lapisan, yaitu minyak, air, dan lendir yang bekerja sama menjaga permukaan mata tetap halus serta terlindungi.

"Mata kering berarti permukaan mata tidak lagi terlapisi air mata dengan baik. Jika produksi air mata berkurang atau lapisan minyaknya lemah sehingga air mata cepat menguap, permukaan mata akan mengering dan mengalami iritasi," jelas Dr. Surapaneni.

Seiring bertambahnya usia, risiko mengalami mata kering memang meningkat. Kondisi ini juga lebih sering terjadi pada perempuan, terutama setelah menopause akibat perubahan hormon. Selain itu, terlalu lama menatap layar komputer atau ponsel, penggunaan lensa kontak, paparan ruangan ber-AC, polusi udara, hingga konsumsi obat tertentu seperti antihistamin, obat tekanan darah, dan antidepresan juga dapat memicu gangguan ini.

Dokter mata Dr. Diane Hilal-Campo menambahkan bahwa penggunaan riasan mata dan paparan asap atau polusi juga bisa memperburuk kondisi mata.

"Faktor gaya hidup seperti penggunaan makeup dan paparan lingkungan, termasuk asap maupun polusi, dapat mengiritasi mata dan memicu mata kering," ujar Dr. Hilal-Campo.

Gejala mata kering tidak selalu mudah dikenali. Selain mata terasa seperti berpasir, penderita juga dapat mengalami mata merah, sensitif terhadap cahaya, penglihatan kabur yang datang dan pergi, hingga rasa perih atau terbakar. Mata juga mudah lelah saat membaca atau bekerja di depan layar.

Yang paling mengejutkan, mata yang terus-menerus berair justru bisa menjadi pertanda mata kering.

"Saat permukaan mata mengalami iritasi, mata akan memproduksi air mata dalam jumlah besar sebagai respons darurat. Karena itu, banyak penderita mata kering justru mengeluhkan mata yang terus berair," kata Dr. Surapaneni.

Dr. Hilal-Campo juga mengungkapkan bahwa kebiasaan tidur dengan kelopak mata tidak menutup sempurna dapat menyebabkan air mata lebih cepat menguap sehingga memicu mata kering. Bila setiap pagi bangun dengan mata terasa perih atau penglihatan kabur, kondisi tersebut patut diwaspadai.

Untuk mengatasi mata kering, dokter biasanya akan menyesuaikan terapi berdasarkan penyebabnya. Penanganan dapat berupa penggunaan tetes mata tanpa bahan pengawet, obat resep untuk mengurangi peradangan, hingga tindakan medis tertentu jika diperlukan.

Di rumah, kondisi mata juga bisa dijaga dengan beberapa kebiasaan sederhana, seperti menggunakan air mata buatan secara rutin, mengompres hangat kelopak mata selama lima hingga sepuluh menit setiap hari, menerapkan aturan 20-20-20 saat menggunakan gadget, serta menjaga kelembapan ruangan dengan humidifier.

Menurut Dr. Surapaneni, mata kering sesekali setelah perjalanan jauh atau terlalu lama bekerja di depan layar masih tergolong normal. Namun jika keluhan muncul hampir setiap hari selama berbulan-bulan hingga mengganggu aktivitas, kondisi tersebut kemungkinan telah berkembang menjadi penyakit mata kering dan membutuhkan penanganan jangka panjang.

Mengenali gejala sejak dini menjadi langkah penting agar kesehatan mata tetap terjaga. Jika mata sering terasa berpasir, berair tanpa sebab yang jelas, atau penglihatan mulai sering kabur, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mata untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment