Sahabat.com - Bekerja di depan komputer selama berjam-jam sudah menjadi rutinitas banyak orang. Namun, kebiasaan duduk terlalu lama ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan, mulai dari menurunnya metabolisme hingga meningkatnya risiko penyakit jantung.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam European Heart Journal menemukan bahwa rata-rata orang menghabiskan sekitar 10,4 jam setiap hari dalam posisi duduk. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa mengganti hanya lima menit waktu duduk dengan aktivitas fisik berintensitas sedang, seperti berjalan cepat, sudah dapat memberikan manfaat nyata bagi kesehatan jantung.
Pelatih kebugaran selebritas, Michael Baah, mengatakan kebiasaan bergerak dalam durasi singkat justru lebih efektif dibanding hanya mengandalkan satu sesi olahraga panjang.
"Atur pengingat untuk berdiri dan bergerak selama dua menit setiap 30 menit. Berjalan mengambil minum, meregangkan pinggul, atau melakukan calf raises di dekat meja kerja dapat membantu mengurangi kekakuan otot dan melancarkan sirkulasi darah," ujar Baah.
Ia juga menyarankan latihan sederhana seperti glute bridge, squat, push-up di meja, hingga peregangan punggung dan dada beberapa kali sehari. Menurutnya, banyak klien merasakan tubuh lebih bertenaga dan nyeri punggung bawah berkurang hanya dalam waktu satu minggu setelah rutin melakukannya.
Selain itu, Baah menyarankan memanfaatkan waktu menelepon sambil berjalan kaki serta membagi jam makan siang dengan berjalan santai sebelum dan sesudah makan. Kebiasaan kecil tersebut dapat membantu memperbaiki pencernaan, meningkatkan suasana hati, sekaligus membakar lebih banyak kalori.
Instruktur kebugaran Joey Bull menambahkan bahwa aktivitas sederhana seperti bergelantungan selama 10 hingga 30 detik di pull-up bar dapat membantu meregangkan tulang belakang dan memperkuat bahu. Ia juga merekomendasikan berdiri dengan satu kaki saat menyikat gigi, berjalan mundur di area yang aman, hingga menari selama satu lagu untuk meningkatkan keseimbangan, koordinasi, kesehatan jantung, dan fungsi otak.
Sementara itu, personal trainer Federica Gianni menyarankan pekerja kantoran untuk lebih sering menyisipkan gerakan kecil sepanjang hari, seperti memilih tangga daripada lift, berjalan saat membaca email, atau bergantian bekerja sambil berdiri jika memungkinkan.
"Kuncinya adalah membangun kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten agar tubuh lebih banyak bergerak dan tidak terus-menerus berada dalam posisi duduk," kata Gianni.
Menurutnya, perubahan sederhana seperti melakukan lima squat saat jeda iklan televisi atau menggunakan bola stabilitas sebagai kursi kerja sesekali juga dapat membantu memperbaiki postur tubuh dan menjaga otot inti tetap aktif.
Meski terlihat sederhana, berbagai gerakan mikro ini terbukti mampu membantu mengurangi pegal, meningkatkan energi, memperbaiki sirkulasi darah, sekaligus menjaga kesehatan tubuh bagi siapa saja yang setiap hari bekerja di balik meja.
0 Komentar
Studi Ungkap Makanan Fermentasi Lebih Ampuh Sehatkan Usus daripada Tinggi Serat, Benarkah?
Kapan Bayi Boleh Sleep Training? Pakar Ungkap Usia Ideal dan Cara Aman agar Tidur Nyenyak
Jangan Anggap Sepele! Cepat Lelah Meski Tidur Cukup Bisa Jadi Tanda Tubuh Kekurangan Zat Besi
Pakar Gizi Ungkap Jam Makan Malam Terbaik, Bisa Bantu Turunkan Berat Badan dan Tidur Lebih Nyenyak
Jangan Anggap Sepele Diare Berair, Bisa Jadi Gejala Cyclosporiasis yang Sedang Merebak
5 Jenis Kanker Paling Mematikan pada Pria dan Wanita, Kanker Paru Masih Jadi Pembunuh Nomor Satu
Leave a comment