Sahabat.com - Diabetes adalah penyakit yang dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan serius. Karena itu, diabetes sering disebut sebagai "ibu dari segala penyakit." Lalu, apakah diabetes bisa memicu stroke? Jawabannya adalah iya.
Berdasarkan informasi dari Cleveland Clinic, orang dewasa yang mengidap diabetes memiliki kemungkinan 1,5 kali lebih besar untuk mengalami stroke dibandingkan mereka yang tidak menderita diabetes.
Bahkan, penderita diabetes hampir dua kali lebih berisiko meninggal akibat stroke.
Penyakit stroke hanya salah satu dari sekian banyak masalah kesehatan serius yang bisa muncul jika diabetes tidak ditangani dengan baik.
Bagaimana Diabetes Memicu Stroke?
Menurut Cleveland Clinic, diabetes dapat mengganggu cara tubuh mengolah makanan dengan baik. Pada penderita diabetes, tubuh tidak bisa memproduksi atau menggunakan hormon insulin dengan efektif, menyebabkan kadar glukosa dalam darah meningkat.
Seiring berjalannya waktu, tingginya kadar gula darah ini dapat merusak pembuluh darah. Pembuluh darah yang terpengaruh, seperti arteri karotis, bisa mengeras dan tersumbat oleh plak, yang dikenal dengan aterosklerosis.
Apabila pembuluh darah yang membawa darah kaya oksigen ke otak rusak atau tersumbat, maka stroke dapat terjadi. Ketika aliran darah ke otak terhenti lebih dari tiga hingga empat menit, sel-sel otak akan mulai mati permanen.
Gejala Stroke
Gejala stroke yang disebabkan oleh diabetes hampir sama dengan gejala stroke pada umumnya, antara lain:
Mati rasa atau kelemahan mendadak pada wajah, lengan, atau kaki (terutama pada satu sisi tubuh).
Kesulitan berbicara atau memahami kata-kata dan kalimat sederhana.
Penglihatan mendadak kabur atau terganggu pada satu atau kedua mata.
Kesulitan menelan secara tiba-tiba.
Pusing, kehilangan keseimbangan, atau koordinasi tubuh yang terganggu.
Kehilangan kesadaran sesaat.
Kelumpuhan pada bagian tubuh tertentu secara tiba-tiba.
Sakit kepala mendadak yang tidak bisa dijelaskan dan sangat parah.
Stroke adalah keadaan darurat medis. Segera cari bantuan medis jika seseorang mengalami salah satu gejala di atas. Jika aliran darah ke otak terhenti lebih dari 3 hingga 4 menit, bagian otak yang terhenti alirannya akan mulai mati.
0 Komentar
6 Vitamin dan Mineral Penting untuk Kesehatan di Usia Lanjut
Buah Terbaik untuk Melancarkan BAB, Menurut Ahli Gizi
Menikmati Makanan untuk Mencegah Kegemukan
Terobosan: Pacemaker Terkecil di Dunia Seukuran Butir Beras
Satu Strategi Sederhana untuk Penurunan Berat Badan Lebih Efektif daripada Diet Harian, Kata Studi
Pemanis Buatan Bisa Menipu Otak Anda Menjadi Lebih Lapar
Olahraga Sebagai Intervensi Anti Penuaan untuk Menghindari Dampak Negatif Kelelahan Mental
Leave a comment